
Segala Pujian hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Surga hanya diperuntukkan bagi orang yang bertaqwa dan permusuhan hanya pantas ditujukan kepada orang-orang yang zalim .
Semenjak mentari Islam muncul di muka bumi yang tidak pernah berhenti melahirkan suri teladan yang unggul di berbagai aspek kehidupan. Dari sekian banyaknya panutan di setiap zaman generasi sahabat yang akan selalu menjadi teladan terbaik, paling bahagia menjalankan ketaatan kepada Allah dan yang paling banyak menerapkan ajaran ajaran Islam.
Dengan izin Allah penulis berharap banyak semoga bermanfaat bagi kita semua dan kita dapati suri teladan yang baik bagi wanita di zaman ini. Aamiin ya Rabb Qobul hajat.
Tidak lah asing lagi bagi kita semua sering mendengar ataupun membaca “wanita adalah perhiasan dunia”. Berbicara sosok wanita dengan segala kekuatan nya, kelemahannya, dan kelembutannya. Pada dasarnya wanita yang istimewa bukan ditandai dengan adanya harta yang melimpah, kesempurnaan tubuh, kecantikan paras, bagusnya nasab, ataupun hal-hal duniawi lainnya. Akan tetapi, keistimewaan tersebut Dinilai dari kadar yang dikerahkan nya untuk menaati Allah. Dan ahlak yang bagus pada insan lainnya.
Kadang tak habis fikir, banyak sekali sosok laki-laki yang tak pernah mempunyai penyesalan terbesar dalam kehidupan nya. Ia tak sadar bahwa pernah memberikan harapan setinggi-tingginya terhadap wanita yang bukan mahramnya lalu, dengan sengaja ia pergi meninggalkannya dengan berbagai sebab katanya ia sudah tak secantik dulu, ia tak perhatian lagi, perempuannya terlalu baik. Padahal sebenarnya ia sudah menemukan wanita lagi yang lebih darinya. He..he.. Bukan kah begitu para laki-laki?
Tak dapat di pungkiri juga terkadang persepsi dari laki-laki senantiasa menjustifikasi kepada para wanita. Bahkan sesuatu yang seharusnya tidak mereka terima itu. Misalnya begini ketika wanita yang diam di rumah dikatakan mereka sebagai gadis kampungan, tidak modis, bahkan bisa di bilang tidak bisa menerima perubahan. Dan ketika seorang wanita yang sering keluar rumah dikatakan mereka sebagai wanita yang suka pergaulan bebas, wanita itu sebagai ahli neraka. Sedangkan wanita yang menutup aurat mereka bilang orang yang sok suci. Dan masih banyak lagi hujatan kepada seorang wanita. Lalu kita harus bagaimana sebagai wanita? Serba salah bukan. Memang benar wanita adalah tempatnya fitnah sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
المرأة عورة ، فإذا خرجت استشرفها الشيطان
“Wanita adalah fitnah (cobaan). Jika ia keluar, setan memperindahnya” (HR. At Tirmidzi no. 1173, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).
Heran, kenapa kalian tidak mampu menyalakan diri kalian masing-masing yang tidak mampu mencegah penglihatan kalian, indera penghlihatan kalian yang masih suka jelalatan. Mengapa kalian tidak pernah menyalahkan diri kalian masing-masing, tidak bisa intropeksi diri, apakah kalian lebih baik darinya? Atau malah sebaliknya? dan kenapa kalian tidak mampu membimbing dan mengajarinya. Kenapa?
Kalian tahu tidak ? Sekitar 1400 tahun yang lalu Islam memperjuangkan hak wanita. isi Alquran dan nasehat Nabi Muhammad membuktikan bahwa Islam adalah penjaga yang tidak kenal lelah demi hak-hak wanita. Islam memperjuangkan hak wanita dikubur hidup-hidup. Bahkan Sokrates pernah mengilustrasikan perlakukan masyarakat Yunani kuno terhadap wanita, wanita laksana pohon beracun, luarnya memikat tetapi ketika burung-burung memakannya, matilah seketika. Tak sampai di situ dalam agama yahudi wanita di anggap najis ketika dia datang bulan. Semua yang disentuhnya baik makanan, kuah, manusia ataupun hewan menjadi najis seketika, dan akhirnya wanita di asingkan jauh-jauh. Dan masih banyak lagi diskriminasi terhadap kaum wanita.
Ketika Islam datang dan cahaya Allah menerangi seluruh jagat raya. Berubahlah segala sesuatunya, kaum wanita mendapatkan kemuliaan dan kesucian di bawah naungan ajaran-ajarannya, diangkat martabatnya, serta didorong untuk diperlakukan secara adil seperti halnya kaum pria.
Akan tetapi hari ini kita lihat banyak sekali laki-laki yang menghancurkan wanita Seumur hidup. Dengan segala perlakuannya. Apakah kalian tidak merenungi perjuangan itu?
