Artikel, Beranda

PENGEMBANGAN SAMPAH HANDICRAFT SEBAGAI UPAYA MENGATASI MASALAH SAMPAH DI KABUPATEN BANGKALAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang menduduki peringkat
kedua sebagai memproduksi sampah terbanyak di dunia, berada satu peringkat di bawah china (Cnbindonesiacom), masalah sampah plastik agaknya di Indonesia menjadi sorotan publik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton diantaranya terbuang dan mencemari laut. Tercatat Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton
sampah yang tak terkelola dengan baik. Selain dampak terhadap lingkungan,
sampah plastik juga beresiko menekan kegiatan perekonomian Indonesia.
Sementara kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kota penyumbang sampah, melihat sejak di operasikannya jembatan suramadu,
rumah makan dan restoran baru terus menjamur di kabupaten Bangkalan.
Begitu banyak rumah makan dan restoran tersebut membuat volume sampah terus menerus meningkat. Sekitar 100 persen peningkatan setiap tahunnya, hal tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bangkalan (Maduranewsmedia.com). Sedangkan perlu diketahui bersama sampah yang
masih tertahan di tempat penampungan sementara sedikitnya 200 ton sampah. Karena perharinya itu kurang lebih 50 ton sampah dari semua kecamatan.


Adapun dampak masalah lingkungan dapat dirasakan oleh seluruh
penduduk bumi dengan gejala-gejala alam. Perlu diketahui bersama
bahwasannya masyarakat mempunyai cara tersendiri dalam mengelola alam
dan lingkungan. Sedangkan faktor utama penentu dalam upaya menjaga
kelestarian lingkungan alam adalah manusia, sekaligus manusia memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberdayakan kekayaan alam guna keperluan ekosistem. Tetapi, dalam kenyataan yang ada sering kali manusia menjadi pemicu kerusakan alam (Siahaan,2007: 227).
Manusia merupakan elemen hidup yang tidak dapat di kesampingkan
dari sebuah sitem ekonomi bahkan menjadi sentral.

Masalah sampah merupakan efek domino dari jumlah pertumbuhan penduduk dalam suatu
negara bahkan lebih kecil lagi kota dalam propinsi yang maju. Dampak
pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali menjadi penyebab terjadinya kepadatan penduduk, lahan menjadi sempit, komsumsi meningkat, sehingga hal inilah yang menjadi penyebab meningkatnya volume sampah yang dihasilkan.
Hal ini selaras dengan QS Ar-Ruum :41 yang Artinya : (Telah tampak kerusakan di darat) disebabkan terhentinya
hujan dan menipisnya tumbuh-tumbuhan (dan di laut) maksudnya di negeri negeri yang banyak sungainya menjadi kering (disebabkan perbuatan tangan manusia) berupa perbuatan-perbuatan maksiat (supaya Allah merasakan kepada mereka) dapat dibaca liyudziiqahum dan linudziiqahum; kalau dibaca
linudziiqahum artinya supaya Kami merasakan kepada mereka (sebagian dari akibat perbuatan mereka) sebagai hukumannya (agar mereka kembali) supaya mereka bertobat dari perbuatan-perbuatan maksiat.

Dari ayat diatas dijelaskan bahwa manusia sebagai salah satu komponen
yang berperan dalam kemaslahatan di bumi. Dalam islam dikenal tentang
manusia (an-naas). Alquran menyebut manusia dengan kata al – insan sebanyak 65 kali, dan kata al-nas atau al-ins sebanyak 248 kali.
Melihat dari kehidupan masyarakat desa yang apa adanya, mandiri,
tidak berlebih-lebihan, tidak merusak kelestarian generasi dan lingkungan.
Maka, hal tersebut memberi peluang kreativitas masyarakat yang pada akhirnya memunculkan industri kreatif. Biasanya para pakar menyebutnya dengan istilah
“ekonomi kreatif” yakni sebuah “talenta ekonomi” baru yang mengubah kehidupan masyarakat melalui gagasan atau ide kreatif yang akan menghasilkan produk ekonomi yang akan bernilai ekonomis tinggi dari material sampah dan dapat dijadikan peluang usaha ekonomi dalam kehidupan yang lebih sejahtera Hal ini selaras dengan kajian strategi perkembangan ekonomi syariah
bahwasannya prinsip dan produk syariah harus lebih fokus, peka dan
memperlihatkan keberpihakan segenap masyarakat, termasuk masyarakat desa.


Perkembangan ekonomi berbasis nilai agama tersebut berperan dalam
membangun masyarakat, tidak sentralistis agar sumberdaya dan partisipasi ekonomi tidak terakumulasi pada kelompok atau golongan tertentu saja. Maka dari itu Islam adalah agama yang syamil dan kamil merupakan agama yang bervisi kedepan “dun-yan wa-ukhron”. Dalam bidang ekonomi tidak luput dalam perhatian dalam membatasi, mengarahkan dan juga sebagai istimbat dalam bermuamalah. Sehingga Syafii Antonio pakar ekonomi islam menyebutkan bahwa “islam sebagai suatu sistem hidup (way of life)”. Konsepsi mendorong dalam perekonomian harus mampu menghadirkan kreativitas dan
inovasi. Hal itu bertujuan semata-mata untuk mensejahterakan manusia
dibidang ekonomi.

Maka dari hal tersebut masyarakat seharusnya menyadari pentingnya
melakukan inovasi dan mengasah kreativitasnya. Dengan memperdayakan masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah yang tidak memiliki nilai guna agar menjadi bahan olahan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Akan tetapi dalam melakukan hal tersebut harus sesuai dengan kaidah
“Maslahah” yakni kebahagiaan yang di maksud oleh ekonomi Islam baik di
dunia maupun di akhirat

Artikel, Beranda

Mengenal Potensi Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan

Bilaporah adalah salah satu Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Tepatnya, di perbatasan antara Kabupaten Bangkalan dan Kec. Socah. Desa ini berjarak kurang lebih 3 km dari pusat Kota Bangkalan, dan 2 km ke pusat Kecamatan.
Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya Qur’ania Anita pada tahun 2018 dalam tesisnya, yang berjudul ‘Analisis Keberlanjutan Kebun Salak Lokal Di Desa Bilaporah Kec. Socah, Kab. Bangkalan’ bahwa daerah produksi salak lokal terbesar di Kabupaten Bangkalan yaitu desa Bilaporah, dengan produktivitas yang cukup tinggi yaitu 0,33 kwintal per tahunnya. Desa Bilaporah ini mempunyai banyak potensi yang perlu dikembangkan salah satunya pada buah salak, telah kita ketahui bersama bahwa icon Kota Bangkalan adalah buah salak. Masyarakat desa Bilaporah ini hampir setiap rumah mempunyai kebun salak. Karena melimpahnya hasil perkebunan salak di desa Bilaporah perlu adanya stimulus kepada masyarakat untuk lebih kreative dan inovatif dalam melakukan pengelolaan atau pemanfaatan hasil bumi desa tersebut.
Selama ini hasil perkebunan dari buah salak tersebut hanya dipasarkan pada pasar tradisional saja dengan nilai ekonomi rendah. Sangat disayangkan apabila tidak dilakukan pengembangan melalui industri kreative dalam pemanfaatan buah salak tersebut. Misalnya buah salak dibuat menjadi kurma salak, brownis salak, permen salak, sedangkan kulit salak juga dimanfaatkan untuk hiasan, kerajinan dan lainnya. Melihat peluang yang ada sangatlah besar untuk mengangkat masalah perekonomian suatu desa. Hal ini bisa di mulai dari ibu PKK desa Bilaporah untuk mengadakan program kerja atau sosialisasi mengenai pengelolaan sumber alam desa untuk bernilai ekonomis tinggi.
Tak hanya itu, melihat di sepanjang jalan memasuki desa Bilaporah terpampang nyata pohon salak yang menghiasi setiap ruas jalan tersebut. Menjadi peluang besar untuk desa Bilaporah jika di jadikan agrowisata petik salak, satu-satunya cara untuk terealisasi dengan mempersatukan semua element desa untuk berpikir prospek memajukan desa, dalam hal ini membantu menimalisir angka pengangguran dan membantu ekonomi masyarakat sekitar. Sehingga hal ini juga termasuk dalam pembudidayaan taman salak agar tetap dilestarikan.

Penulis : Luluk Illiyah

Pic : Luluk Illiyah

Beranda, berita

Produksi Jamu Untuk Tingkat Kan Imunitas Tubuh

SOCAH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri. Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, yang tengah bertugas di Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, menciptakan hand sanitizer (pembersih tangan) dari bahan dasar Daun Sirih.

Hand sanitizer menjadi barang yang sangat dibutuhkan di tengah mewabahnya virus Corona. Sebab, barang ini dianggap paling ampuh meminimalisir penularan virus tersebut. Bahkan, penggunaan hand sanitizer juga menjadi wujud imbauan pemerintah untuk menjaga kebersihan, Selain dengan rajin mencuci tangan setiap harinya.

Hand Sanitizer menjadi salah satu alternatif barang penting dan dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat. Apalagi setelah merebaknya virus corona. Hand sanitizer kerap digunakan untuk mensterilkan tangan dalam mencegah penyebaran virus corona.

Wabah Virus COVID-19 hingga saat ini masih belum bisa teratasi dengan menyeluruh Hampir di berbagai Negara. Sama halnya dengan Negara Indonesia yang sampai saat ini terus terjadi peningkatan kasus Positif Covid-19 yang cukup signifikan perharinya. Masyarakat terus melakukan aksi antisipasi dan pencegahan dengan berbagai tindakan seperti tidak keluar rumah, memakai masker hingga menggunakan Handsanitizer sebagai pelindung diri saat berada di luar rumah.

Luluk Illiyah sebagai peserta KKN Mandiri pada Jumat (07/08/2020) mengatakan dalam upaya pencegahan, penyebaran dan penularan Covid-19 di Bilaporah pihaknya berinisiatif melakukan peracikan hand sanitizer dengan bahan alami seperti Daun sirih sebagai bahan dasarnya.

Kegiatan pembuatan Handsanitizer ini akan kita upayakan lebih optimal kedepan di samping itu kita akan memberi pendampingan kepada Masyarakat bagaimana memproduksi Handsanitizer mandiri sehingga menjadi tambahan pengetahuan tersendiri bagi Masyarakat.

Hand sanitizer barbahan dasar Daun Sirih tersebut dinilai lebih unggul daripada sabun cuci tangan biasa. Tak hanya itu, produk ini juga memiliki aroma lebih segar. “Sambil membagikan hand sanitizer, kami juga mengingatkan masyarakat agar selalu jaga kesehatan. Alhamdulillah warga juga sangat antusias dan menerima dengan baik atas kegiatan yang kami lakukan ini,” Pungkas Luluk.