Artikel, Beranda

Mengenal Potensi Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan

Bilaporah adalah salah satu Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Tepatnya, di perbatasan antara Kabupaten Bangkalan dan Kec. Socah. Desa ini berjarak kurang lebih 3 km dari pusat Kota Bangkalan, dan 2 km ke pusat Kecamatan.
Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya Qur’ania Anita pada tahun 2018 dalam tesisnya, yang berjudul ‘Analisis Keberlanjutan Kebun Salak Lokal Di Desa Bilaporah Kec. Socah, Kab. Bangkalan’ bahwa daerah produksi salak lokal terbesar di Kabupaten Bangkalan yaitu desa Bilaporah, dengan produktivitas yang cukup tinggi yaitu 0,33 kwintal per tahunnya. Desa Bilaporah ini mempunyai banyak potensi yang perlu dikembangkan salah satunya pada buah salak, telah kita ketahui bersama bahwa icon Kota Bangkalan adalah buah salak. Masyarakat desa Bilaporah ini hampir setiap rumah mempunyai kebun salak. Karena melimpahnya hasil perkebunan salak di desa Bilaporah perlu adanya stimulus kepada masyarakat untuk lebih kreative dan inovatif dalam melakukan pengelolaan atau pemanfaatan hasil bumi desa tersebut.
Selama ini hasil perkebunan dari buah salak tersebut hanya dipasarkan pada pasar tradisional saja dengan nilai ekonomi rendah. Sangat disayangkan apabila tidak dilakukan pengembangan melalui industri kreative dalam pemanfaatan buah salak tersebut. Misalnya buah salak dibuat menjadi kurma salak, brownis salak, permen salak, sedangkan kulit salak juga dimanfaatkan untuk hiasan, kerajinan dan lainnya. Melihat peluang yang ada sangatlah besar untuk mengangkat masalah perekonomian suatu desa. Hal ini bisa di mulai dari ibu PKK desa Bilaporah untuk mengadakan program kerja atau sosialisasi mengenai pengelolaan sumber alam desa untuk bernilai ekonomis tinggi.
Tak hanya itu, melihat di sepanjang jalan memasuki desa Bilaporah terpampang nyata pohon salak yang menghiasi setiap ruas jalan tersebut. Menjadi peluang besar untuk desa Bilaporah jika di jadikan agrowisata petik salak, satu-satunya cara untuk terealisasi dengan mempersatukan semua element desa untuk berpikir prospek memajukan desa, dalam hal ini membantu menimalisir angka pengangguran dan membantu ekonomi masyarakat sekitar. Sehingga hal ini juga termasuk dalam pembudidayaan taman salak agar tetap dilestarikan.

Penulis : Luluk Illiyah

Pic : Luluk Illiyah

Beranda, berita

KKN-DR Mahasiswi STAIS manfaatkan kain perca

SOCAH – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, yang tengah bertugas di Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) di desanya masing-masing.

KKN DR tersebut dimanfaatkan oleh Luluk Illiyah (21) warga desa Bilaporah untuk memberikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat dengan terus memberikan sosialisasi dan edukasi pembuatan masker, pada Minggu (09/08/2020).

Dalam sosialisasi dan edukasi tersebut, Luluk mengajarkan masyarakat untuk membuat masker berbahan kain perca, sebagai wujud pengabdian serta membantu Pemerintah dalam pencegahan penularan Virus Covid-19 di Bilaporah

Luluk mengatakan, edukasi pembuatan masker dari bahan kain perca ini kita buat bersama ibu-ibu rumah tangga yang berprofesi penjahit serta akan dilaksankan bersama masyarakat setempat supaya masyarakat juga peduli akan bahayanya Covid-19.

“Edukasi pembuatan masker ini dilakukan agar masyarakat bisa membuat masker kain sendiri dan meminimalisir pengeluaran mereka untuk membeli masker di pasar,” katanya.

Lebih lanjut, Luluk mengungkapkan, keterampilan pembuatan masker juga bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai peluang bisnis ditengah pandemi saat ini. Masker kain pada zaman pandemi ini sangat di cari karena memang telah menjadi suatu kebutuhan yang mendasar untuk menjaga kesehatan di tengah wabah Covid-19 yang sedang melanda.

“Dengan adanya kegiatan ini saya sangat berharap dapat membantu masyarakat baik dalam segi menjaga kesehatan maupun dalam menciptakan peluang bisnis baru yang dapat menambah pemasukkan masyarakat ditengah pandemi,” imbuhnya.