Hal yang paling berharga di dunia ini adalah waktu. Waktu adalah kemewahan yang tidak bisa kau ulur ataupun kau putar ke belakang. Ya, waktu bahasa singkat bergulir seperti mengejar-ngejar mereka yang selalu dihantui rasa haus terhadap suatu hal. waktu tak pernah bisa ditangkap, tak pernah bisa jatuh tersungkur, meskipun telah dikejar dan di perangkap, meskipun telah tua dan renta, waktu adalah sesuatu yang misterius. Kau tidak pernah bisa menebak kapan ia akan menjadikanmu tamu Istimewa.
Agaknya sang waktulah yang paling terasa dalam kehidupan, tak pernah mengeluh, tak pernah juga merasa takut. Sementara kita semakin berlanjut usia, berlanjut pula tulah nya. Padahal waktu yang sama menggerakkan orang-orang untuk mengubah dunia, namun waktu yang sama hanya digunakan orang-orang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan sia-sia.
“When you love what you are doing, you don’t look at the clock”
Kalimat itu agaknya menggambarkan sedikit apa yang aku rasakan selama menjadi bagian dari pengurus Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah aku bersyukur dan sangat menikmati setiap prosesnya. Maka waktu yang setiap detiknya terlewat menjadi bagian berharga seakan ingin merekam semua peristiwa yang ada agar aku tak lupa terhadap perjalanan yang telah aku pijakkan. Jika ada pertanyaan apa yang aku dapatkan setelah menghabiskan masa bakti di kampus sebagai pengurus himpunan? Aku hanya menjawab sebuah pengalaman berharga yang mungkin tidak semua orang akan mengalaminya. Walaupun terkadang merasakan lelah sendirian, merasa kan sakit sendirian, namun percayalah bahagianya sangat luar biasa dan mungkin tidak bisa dirasakan oleh orang lain yang melihatnya. Seperti kata salah satu seniorku “Karena aku percaya apa yang kita lakukan hari ini, entah berdiskusi, berdebat melakukan aksi, yakinlah cepat atau lambat hal ini akan berguna untuk membangun Indonesia kelak.”
Waktu tak bisa diulang ia cepat berlalu tanpa disadari namun satu hal yang pasti , kita semua memiliki jumlah waktu yang sama entah mau memanfaatkannya semua atau tidak. Jangan menunda, jangan menghabiskan separuh hidupmu yang menunggu waktu yang tepat, untuk menunggu waktu yang tepat seringnya saat kau sadar waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu kau hanya menjadi bisa menyesal, dan aku masih berharap semoga penyesalan itu bisa menjadi pembelajaran untuk tidak mengulanginya.
Siapapun kamu yang sedang membaca ini sekarang, semoga dapat mengambil pembelajaran ini untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Seperti kata senior-seniorku menjadi seorang pengurus himpunan itu “selamat menjalani perjalanan yang panjang namun menyenangkan” Ya, setahun menjadi Ketua departemen adalah cerita perjalanan yang benar-benar luar biasa dan bahagia, cerita perjalanan ketika masih status ketua hingga purnanya aku memegang amanah ini, cerita perjalanan selama setahun memahami, mengamati, dan melaksanakan semua pembelajaran yang ada. Selamat membaca, selamat meresapi arti setiap kata-kata, ya selamat menikmati garis waktu ku.