Artikel, Beranda

Parah! Hati-Hati Akses Jalan Menuju Goa Pote Berlubang

Akhir-akhir ini banyak sekali viral berita ataupun candaan warganet mengenai jalan pantura ataupun jalan desa yang rusak. Seringkali, kita masih menjumpai rusaknya prasarana jalan di sekitar kita, seperti jalan desa.  Hal ini biasanya diperparah lagi pada saat musim penghujan. Pada berbagai tingkat kerusakannya, kerusakan jalan mulai dari berlubang yang menimbulkan kemacetan. Kondisi tersebut tentunya juga akan mengganggu kenyamanan dan  membahayakan pengguna jalan yang melewati jalan itu.

Secara teknis, kerusakan jalan menunjukkan suatu  kondisi dimana struktural dan fungsional jalan sudah tidak mampu memberikan pelayanan optimal terhadap yang melintasi jalan tersebut. kerusakan jalan banyak disebabkan oleh kesalahan perencanaan dan pelakasanaan, serta pemeliharaan jalan yang tidak memadai.

Jalan merupakan kebutuhan manusia yang sangatlah penting untuk kita sebagai manusia yang melakukan aktivitas, jalan adalah akses menuju tempat yang dituju. Jalan merupakan fasilitas transportasi yang paling penting bagi masyarakat karena sangat berpengaruh pada kegiatan atau aktivitas sehari-hari. 

Jalan yang rusak ini bertempat di Desa Bilaporah bagian timur tepatnya mulai dari di Desa Sengge’en, Desa Teghel, sampai Desa Jaddih. Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.  Jalan yang mengalami kerusakan akibat usia yang sudah cukup lama dan ditambah dengan kondisi alam yang disebabkan oleh hujan yang menyebabkan kondisi strukur jalan menjadi rapuh, bila tidak segera diatasi akan memperparah kerusakan jalan. Kondisi jalan ini setiap harinya dilewati oleh kendaraan seperti truk yang melintas membawa muatan batu kapur dari Bukit Jaddih atau yang lebih di kenal dengan Goa Pote. Seharusnya tidak boleh lewat karena truk melewati jalan ini dapat memperparah kerusakan akan tetapi ini sebagai bagian dari mata pencaharian masyarakat desa dan jalan ini sebagai satu-satunya jalan menuju akses dari desa ke kota Bangkalan.

Tak hanya itu hal tersebut akan membuat jalan menjadi berdebu ketika musim cuaca panas.
Kondisi terparah terjadi ketika hujan turun dengan deras, jalan akan berubah menjadi kubangan air yang sangat besar yang dapat membahayakan pengguna jalan baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan roda dua yang melewati jalan tersebut.
Dulunya sempat ada perbaikan jalan yakni warga sekitar bergotong royong memperbaiki jalan yang berlubang tersebut. Namun, saat ini terjadi kembali, dan masih belum diperbaiki sepertinya perangkat desa dan pemerintah menutup mata akan hal ini.