Beranda, berita

KKN-DR Mahasiswi STAIS manfaatkan kain perca

SOCAH – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, yang tengah bertugas di Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) di desanya masing-masing.

KKN DR tersebut dimanfaatkan oleh Luluk Illiyah (21) warga desa Bilaporah untuk memberikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat dengan terus memberikan sosialisasi dan edukasi pembuatan masker, pada Minggu (09/08/2020).

Dalam sosialisasi dan edukasi tersebut, Luluk mengajarkan masyarakat untuk membuat masker berbahan kain perca, sebagai wujud pengabdian serta membantu Pemerintah dalam pencegahan penularan Virus Covid-19 di Bilaporah

Luluk mengatakan, edukasi pembuatan masker dari bahan kain perca ini kita buat bersama ibu-ibu rumah tangga yang berprofesi penjahit serta akan dilaksankan bersama masyarakat setempat supaya masyarakat juga peduli akan bahayanya Covid-19.

“Edukasi pembuatan masker ini dilakukan agar masyarakat bisa membuat masker kain sendiri dan meminimalisir pengeluaran mereka untuk membeli masker di pasar,” katanya.

Lebih lanjut, Luluk mengungkapkan, keterampilan pembuatan masker juga bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai peluang bisnis ditengah pandemi saat ini. Masker kain pada zaman pandemi ini sangat di cari karena memang telah menjadi suatu kebutuhan yang mendasar untuk menjaga kesehatan di tengah wabah Covid-19 yang sedang melanda.

“Dengan adanya kegiatan ini saya sangat berharap dapat membantu masyarakat baik dalam segi menjaga kesehatan maupun dalam menciptakan peluang bisnis baru yang dapat menambah pemasukkan masyarakat ditengah pandemi,” imbuhnya.

Beranda, berita

Produksi Jamu Untuk Tingkat Kan Imunitas Tubuh

SOCAH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri. Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, yang tengah bertugas di Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, menciptakan hand sanitizer (pembersih tangan) dari bahan dasar Daun Sirih.

Hand sanitizer menjadi barang yang sangat dibutuhkan di tengah mewabahnya virus Corona. Sebab, barang ini dianggap paling ampuh meminimalisir penularan virus tersebut. Bahkan, penggunaan hand sanitizer juga menjadi wujud imbauan pemerintah untuk menjaga kebersihan, Selain dengan rajin mencuci tangan setiap harinya.

Hand Sanitizer menjadi salah satu alternatif barang penting dan dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat. Apalagi setelah merebaknya virus corona. Hand sanitizer kerap digunakan untuk mensterilkan tangan dalam mencegah penyebaran virus corona.

Wabah Virus COVID-19 hingga saat ini masih belum bisa teratasi dengan menyeluruh Hampir di berbagai Negara. Sama halnya dengan Negara Indonesia yang sampai saat ini terus terjadi peningkatan kasus Positif Covid-19 yang cukup signifikan perharinya. Masyarakat terus melakukan aksi antisipasi dan pencegahan dengan berbagai tindakan seperti tidak keluar rumah, memakai masker hingga menggunakan Handsanitizer sebagai pelindung diri saat berada di luar rumah.

Luluk Illiyah sebagai peserta KKN Mandiri pada Jumat (07/08/2020) mengatakan dalam upaya pencegahan, penyebaran dan penularan Covid-19 di Bilaporah pihaknya berinisiatif melakukan peracikan hand sanitizer dengan bahan alami seperti Daun sirih sebagai bahan dasarnya.

Kegiatan pembuatan Handsanitizer ini akan kita upayakan lebih optimal kedepan di samping itu kita akan memberi pendampingan kepada Masyarakat bagaimana memproduksi Handsanitizer mandiri sehingga menjadi tambahan pengetahuan tersendiri bagi Masyarakat.

Hand sanitizer barbahan dasar Daun Sirih tersebut dinilai lebih unggul daripada sabun cuci tangan biasa. Tak hanya itu, produk ini juga memiliki aroma lebih segar. “Sambil membagikan hand sanitizer, kami juga mengingatkan masyarakat agar selalu jaga kesehatan. Alhamdulillah warga juga sangat antusias dan menerima dengan baik atas kegiatan yang kami lakukan ini,” Pungkas Luluk.