Beranda, Puisi

Saat Di Titik Terendah

Percaya atau tidak

Diyakini atau tidak

Dipungkiri atau tidak

Terserah kalian

Tapi, setiap insan pasti pernah merasakan sedang berada di suatu titik terendah dalam hidupnya

Lesu, murung, melamun, tak berani maju karena khawatir telah mengkelabui percaya diri

Kehilangan motivasi, sedih, merintih,lelah, resah, gelisah, sambat dan pada akhirnya ia terlambat

Ia terlambat untuk menyadari dirinya

Ia lupa bagaimana caranya agar bangkit

Sebelum jatuh sakit

Ia lupa bahwa dirinya sosok yang kuat

Ia lupa bahwa dirinya mempunyai mempunyai banyak tekad

Cobalah berdiri cepat, majulah, melangkahlah, dan larilah sejauh mungkin.

Hadapi jangan terlalu lama untuk diratapi

Pada akhirnya kau akan mengenali dirimu yang memang dilahirkan dan ditakdirkan tuk salah dan menyelesaikan masalah itu sendiri

Yakinlah dan Bismillah…

Tak Berkategori

Antum gak sendiri

Tak banyak dari kita yang punya banyak masalah, bahkan yang pribadi justru lebih membunuh hati nurani.

Kalau persepsiku..

Manusia bukan hanya segumpal darah

Manusia bukan hanya mahluk yang bertopeng ramah

Dipundaknya, tegak, kokoh dan berdiri sebuah amanah

Dikepalanya, ratusan impian dan harapan tumbuh merkah

Ditangannya, kepalan kuat dan kokoh siap menembuh berjuta masalah

Dikakinya, proyeksi tekad yang kuat ribuan mil selalu melangkah

Dan dihatinya, sebuah harapan tumbuh kasih sayang bersimpah ruah

Percayalah tiap-tiap mereka unik

Percayalah tiap-tiap mereka punya arti tersendiri buat menjalani kehidupan dunia ini

Dengan segala kesulitan yang telah ia lewati bersama mimpi-mimpi

Bahkan dengan segala suka duka yang telah ia lalui sendiri

Dan banyak juga batas-batas kesabaran yang telah ia lalui

Buat yang lagi bersedih, yang lagi berduka, yang lagi ngeras sendiri dan gak ada yang peduli, yang lagi bipolar disolder, yang masalahnya besar se besar gaban

Semangat ya Antum kuat kok, dan antum gak sendiri, sini ada ana yang siap mendampingi.