Beranda, Puisi

Ini Tentang Proses

Proses itu panjang
Proses itu tidak ada yang instan
Proses itu penuh perjuangan
Proses itu penuh pertimbangan
Proses itu penuh keikhlasan
Proses itu butuh pemikiran mendalam
Proses itu butuh yang namanya perngorbanan
Proses itu penuh teka-teki
Proses itu penuh misteri
Proses itu semua yang pernah kita lewati bahkan hingga detik ini
dimana detik ini yang selalu ku semogakan dalam doa panjangku pada Rabb ku

Proses, iyaa Proses…

Proses itu tak mengenal waktu
bahkan proses itu tak terbatas waktu
aku akan tetap berproses baik dan membaikkan.

Beranda, Puisi

Ini Tentang Hati

Layaknya sebuah bangunan. Sejak penghuninya pergi, bangunan itu telah ditutup. Pintunya sudah digembok rapat. Dan kunci gemboknya telah dibuang jauh. Bisa saja sampai ke dasar laut, hingga tidak ada seorangpun yang dapat menemukannya kembali. Hingga tak seorangpun bisa memasuki bangunan itu lagi.

Beberapa kali ada seseorang yang mencoba mengetuknya, namun semua sia-sia. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda pintu bangunan itu akan dibuka. Bahkan sempat beberapa kali ada yang mencoba mencongkelnya, namun hal itu tetap sia-sia belaka. Semuanya sama. Tidak ada satupun yang berhasil mencongkelnya. Gembok itu sudah terkunci mati.

Sebenarnya jangan khawatir, ada satu cara untuk memasuki rumah itu. Ada satu kunci cadangan. Dimana kunci yang bisa menembus gembok kuat itu. Kunci yang bisa menembus pintu bangunan itu setelah bertahun-tahun lamanya tidak pernah sekalipun terbuka. Bahkan tak seorangpun yang bisa menerobosnya, dan masuk ke dalam nya.Dan kunci itu ada, ada di dalam nya. Sebenarnya sejak ditinggal oleh penghuni lamanya, rumah itu tidak benar-benar kosong. Rumah itu tidak benar-benar hampa. Ada yang tetap tinggal disana. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak melemah. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak mudah dipatahkan. Dan bahkan, hanya melalui Dia lah gembok itu dapat terbuka kembali. Karena tak semuanya pergi, seperti kunci.

Gembok itu akan tetap kuat, gembok itu akan tetap terkunci rapat. Hingga ada yang berhasil merayu Dia.

Dia, Sang Penghuni bangunan, untuk mengizinkannya memasuki bangunan itu. Sebagai penghuni baru dan akan menetap selamanya. Bahkan sampai saat bangunan itu tak lagi bisa ditempati dan pengguni keduanya mati yang terbingkai dalam cinta abadi.

Beranda, Puisi

Rindu yang berujung temu

Malam ini aku ingin menyapa mu, boleh kah?
walaupun kau berkata tak boleh aku tetap ingin menyapamu sebentar saja

assalamualaikum kamu yang pernah menjadi bagian dalam hidupku
aku tau kau baik
melihat sosok tegarmu sore tadi itu
Betapa malam pun seakan tahu
lewat caranya mengheningkan semesta
agar sajak-sajakku segera tercipta
akan kerinduan yang kian membara

Maafkan aku, cerita kemarin itu belum ku teruskan karena aku sejak itu merasakan sebuah kehilangan akal
itu bukan maksud hati tapi keadaan yang begitu menyiksa batin ku
aku masih ingin seperti sedia kala
yang sehari-harinya berbagi cerita
dan bercumbu mesra
bahkan masih terasa
kecupan bibir mu di kening yang membuatku semakin tersiksa akan kenangan yang telah sirna

ah, Pada layar yang kau tatap berulang-ulang
Ada kabar yang semakin hilang
Entah berpaling ke lain pelukan
Atau memang sudah tak lagi diharapkan
Sejenak letakkan telingamu di dadaku. dengarkan riuhnya
menerjemahkan rindu padamu.

aku inginkan kamu yang dulu
aku masih ingin menyapamu
walaupun dengan dunia sosial media ku
tolong izinkan aku
sungguh aku merindu

Artikel, Beranda

Ukhty wa Akhi inilah Hidup

Alkisah seorang penyelam diupah untuk mengambil mutiara yang ada di dalam laut. Ia berbekal peralatan lengkap terutama oksigen, dalam jumlah tertentu atau untuk jangka waktu tertentu. Ketika menyelam ia mendapati pemandangan yang indah di dalam laut yang tertumpuk beberapa Karang sehingga ia terpesona dan terlena atas apa yang ia lihat berupa keindahan dasar laut.

Ia bercengkrama bersama ikan-ikan hias yang yang mempesona batu karang yang hampir mirip dengan mutiara, rumput laut yang ia akan sebut bunga laut dengan pesona keindahannya. Dia tak akan pernah memikirkan Bagaimana dengan nasib oksigen tersebut, ia lalai akan hal itu , ketika oksigen dalam tabungnya hampir habis. Ia baru tersadar akan tugasnya, maka dari itu ia hanya tergesa-gesa untuk mencari mutiara itu, namun semuanya terlambat karena oksigen tersebut tidak mencukupi sehingga, Ia memutuskan untuk kembali ke permukaan tanpa membawa apapun atau satu mutiara pun.

Maka dari itu akibatnya, ia harus mempertanggungjawabkan tugasnya dan ia sangat menyesal. Bahkan ia termasuk orang yang gagal dan tidak bertanggung jawab atas apa yang perintahkan nya.

Sampai disini mungkin kalian sudah paham apa yang penulis maksud dalam hal itu, menurut penulis itulah kurang lebih dari gambaran kehidupan kita di dunia.

Kita sebagai khalifah di bumi, semua Allah sudah memfasilitasi kita apa yang dibutuhkan kita Allah berikan tapi ingat ‘oksigen’ kita ada batasnya. Coba Ingat sejenak kembali kisah di atas, Ia hanya terlena oleh gemerlapnya keindahan kehidupan dunia yang fana sehingga membuat kita lalai mencari ‘mutiara’.

Tapi, kalau dilihat penyelam tadi itu tahu jatah oksigennya berapa. sedangkan kita tidak tahu kapan oksigen kita akan habis isinya, dari situlah kita tidak pernah tahu kapan ajal akan datang menjemput kita. Apakah saat terlena oleh dunia atau bagaimana? Ahh, semua tidak ada yang tau itu.

Sungguh beruntunglah jika dari kita mampu mengumpulkan mutiara sebelum jatah oksigen itu habis. Tapi alangkah sangat malang nya bila jika jatah oksigen telah habis akan tetapi kita masih terlena oleh keindahan dunia yang fana ini, sehingga tak satu mutiara pun yang berhasil kami ambil.

“Dengan menyebut namamu ya Allah izinkan kami untuk berdoa sejenak padamu.

Ya Rabbi…

Ya Ilahi…

Jadikanlah kami faham akan hakikat kehidupan dunia ini, agar kami tetap selamat dari fitnah di dalamnya dan kami mohon beri kami waktu untuk bisa mengumpulkan mutiara sebanyak-banyaknya untuk kami bawa kepada hadapanmu, sebelum ajal itu datang menjemput kita ya robb”

Ya Ukhti wa akhi Fillah hidup itu ibarat penyelam pencari mutiara jika kita terlena akan keindahan maka ambil lah resiko terbesar kau tak akan mendapatkan satupun mutiara

(Terinspirasi penulis Abdullah Hadrami)

Artikel, Beranda

Man Ana???

Allah memerintahkan kita untuk selalu bertafakur memikirkan tentang alam semesta dalam FirmanNya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan selisih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri ataupun duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi Seraya berkata “Ya Rabb kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali Imran 3: 190-191)

Aku pernah mencoba untuk berdiri di tengah hamparan laut yang luas dan di dalamnya Aku merenung.

Aku mencoba melihat pada setiap inci sisi kanan, kiri, depan bahkan belakang semuanya lautan.

Tak kupungkiri lagi aku mencoba melihat keatas yang tampak hanyalah langit yang tak terjangkau besarnya beserta gumpalan awannya, matahari pada waktu siangnya, bulan dan bintang-bintang pada waktu gelap malam nya.

Aku kembali melihat ke bawah yang tampak hanyalah lautan yang kedalamannya bisa diukur dengan manusia, tapi sebaliknya lauyan tak seperti hati manusia yang tak bisa diukur oleh manusianya sendiri.

Subhanallah Maha Suci engkau ya Rabb…

Man Ana?
Apalah artinya aku?
Aku bukan lah siapa-siapa

Alam semesta yang sedemikian besar dan dahsyatnya menjadikan aku merasa benar-benar tidak ada apa-apanya Dan aku bukanlah siapa-siapa. Bahkan aku merasa bukan bagian darinya, aku rasa Aku lah yang merusak semuanya.

Mulai dari ketika aku dilahirkan oleh bundaku, aku tidak memiliki apa-apa bahkan aku tidak memakai sehelai benang yang ada pada tubuh mungilku.
Allah berfirman dalam Alquran : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun dan dia memberi kamu pendengaran penglihatan dan hati agar kamu bersyukur” (Q.S. An – Nahl 16: 78).

Ketika aku mati nanti, aku juga tidak akan membawa apa-apa selain amal perbuatan ku di dunia.

Aku percaya, bahkan sungguh dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau saja. Bahkan bisa kusebut dunia ini adalah panggung sandiwara, dan tidak lebih dari itu.

Mari kita mencoba intropeksi diri. Betapa banyak dari kita menyombongkan ilmu, harta atau apa saja yang kita miliki. Berapa kali kita lalai akan perintahnya, kita lupa akan semua yang harus dilakukan kita sebagai mahluk Nya.

Aku tau hanya kematian lah yang akan menjadikan kita tersadar dan sangat menyesal. Karena sandiwara telah berakhir, akan tetapi kita sadari juga akan penyesalan sudah berakhir dan sudah tidak ada gunanya lagi.
Bahkan kematian adalah awal kehidupan yang sebenarnya dan tidak ada sandiwara lagi setelah itu.

Apakah kalian lupa bukankah Kita terlahir ke dunia ini tak ubahnya bagaikan batu kerikil ditelan lautan?

Bahkan bagaikan terlempar ke ruang semesta yang luasnya tak terjangkau dengan Nalar.

Jangankan diri kita, sedangkan planet Pluto saja bagaikan sebuah kerikil kecil ditengah taburan planet yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan ia pun tak disebut planet.

Lalu Man Ana?

Lalu apa yang kita miliki?

Apa yang patut kita sombongkan?

Ya ilahi, Ya Rabbi, Ya Allah, Duhai penciptaku…
Diriku hanya hamba yang begitu miskin papa dihadapan Kuasamu, dosaku bagai buih di lautan, amal ketaatan ku keramat sangat kecil bagaikan biji selasih, hatiku yang selalu berbolak- balik, perjalananku sangat jauh dari engkau, bekalku untuk menujumu belum aku cukupi, tapi ajalku semakin dekat. Harapanku Engkau Ya Rahman,Ya Rahiim, Ya Ghaffuur, Ya Tawwaab, Ya Ra’uuuf berkenan mengasihi hambamu ini, menyayangi, memaafkan, menerima taubat, dan memberikan kami kasih sayang pada hambamu yang begitu lemah ini.

Ya Allah pengobat jiwa dan hatiku…

aku ingin kelak ketika nyawa hamba dicabut akan dikatakan pada hamba seperti firman mu dalam surat Al Fajr ayat 27-30 “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-nya. Maka masuklah kedalam jama’ah hamba-hamba-ku. Masuklah ke dalam surga ku”

Beranda, Biografi

Aku mutiara yang luhur

Di malam minggu tepatnya tanggal **-**-1999. Langit Bangkalan nampak cerah bercahaya. Arakan awan di atas langit biru seolah menghindar jauh dari peredaran bumi, mengiringi langkah-langkah syahdu dalam rentetan waktu yg membisu. Dari gubuk sederhana terdengar suara bayi yang baru lahir menangis memecah buana, membawa kabar gembira bagi kedua orangtuanya.

Di malam yang bermandikan cahaya rembulan. Itulah kebahagian menyelimuti di setiap sudut rumah asal suara bayi menangis. Begitu bayi lahir, sang ayah langsung meng-adzani di telinga kanannya, dan meng-iqomati di telinga kirinya. Lalu bayi itu diberi nama “Luluk Illiyah”. Bayi mungil yang mempunyai arti “Mutiara yang bernilai tinggi” itu menjadi anak sulung dari empat bersaudara.

Dari hari ke hari Luluk kecil tumbuh menjadi dewasa, dan lambat laun ia mengerti tentang ilmu Agama, sastra, dan bahkan cinta. Jenjang pendidikannya di mulai dari bimbingan kedua orangtuanya secara langsung. Sampai saat ini masih menempuh pendidikan di STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Dengan mengambil Prodi Ekonomi Syariah. Dalam hal ini dia Aktif di organisasi yang terhimpun dalam anggota FoSSEI di kampus tercintanya yaitu KSEI HIMA PRODI ESY STAIS BANGKALAN.

Hobi menghayalnya, membawa diri luluk pada langkah-langkah untuk mengungkapkan apa yang di khayalan melalui satu goresan penanya membuat seribu perubahan.

Jika luluk illiyah telah tiada

Itulah awal dari kebangkitannya

Jangan pernah merasa ada

karena manusia tercinta untuk binasa

Dan jangan penah merasa sempurna

Karena manusia tercipta dari setetes air hina

Ukirlah sejarah

Jangan pernah mundur atau bahkan menyerah

Biarlah kegagalan demi kegagalan menyapa

Namun, semangat harus tetap menyala

Beranda, Makalah

Ekonomi Syariah di Madura

PERKEMBANGAN EKONOMI SYARI’AH DI MADURA
MAKALAH

OLEH;
KELOMPOK XI
Luluk Illiyah
Syarifah
Dina kamila
Timasroh

YAYASAN MA’ARIF SYAICHONA MOH.CHOLIL
STAI SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN
PRODI EKONOMI SYARI’AH
2018

BAB I
PENDAHULUN
A. Latar Belakang
Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi, seluruh umat yang ada di muka bumi. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia, tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat.
Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalisme. Makalah ini akan menjelaskan perkembangan ekonomi syariah di Madura khusus nya.

B.Rumusan Masalah
Apa pengertian ekonomi syari’ah?
Bagaimana potensi perkembangan ekonomi syari’ah di Madura?
C.Tujuan penulisan
Untuk memberi pengetahuan Islam seputar perkembangan ekonomi syari’ah di Madura.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekonomi Syari’ah
Ekonomi syari’ah merupakan ilmu pengetahuan social yang membahas problem-propblem ekonomi rakyat yang di dasari oleh nilai-nilai islam. Ekonomi islam berbeda dengan kapitalisme karena islam menentang ekploitasi dari pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan sangat melarang penimbinan kekayaan.
Dalam hal ini ekonomi syari’ah mempunyai dan menekan pada empat sifat yaitu:
1. kesatuan (unity)
2. keseimbangan (equilibrium)
3. kebebasan (free will)
4. tanggung jawab (responsibility)

Ekonomi islam mempunyai visi untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Esensi proses ekonomi islam adalah pemuas kebutuhan manusia berlandaskan norma-norma islam guna mencapai tujuan agama (falah).
Dalam menjalankan kegiatan ekonominya, islam sangat melarang dan mengharamkan kegiatan riba. Riba menurut etimologi berarti “bertambah/kelebihan”. Islam tidak memena-mena dalam hal tersebut, tetapi ada tendensi yang jelas yaitu terdapat di dalam Al-qur’an pada surat Al Baqarah ayat 257 yang artinya “allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

B. Potensi Perkembangan Ekonomi Syari’ah Di Madura
Perkembangan ekonomi syaria’ah khususnya bank syaria’ah semakin menjamur, merupakan tanda positif bagi perkembangan dunia perbankan di Indonesia. Dalam kondisi seperti ini merupakan adanya kompetisi pada sector financial di Negara berkembang, yang khususnya di Indonesia. Dalam goresan sebuah cacatan sejarah dari thun 1991-2015 banyak berdiri berbagai lembga keuangn syaria’ah dan kebijkan maupun peraturan yang mendukung.
Bank muamalat Indonesia merupakan bank islam pertama yang berdiri pada tahun 1991. Lalu di susuldengan berdirinya lembaga keuangan syaria’h lain nya seperti asuransi sya’ah pada tahun 1994, reksadan syari’ah oleh PT Danareksa Investment Management pada tahun 1997, di perkenalkan nya pasar uang antar syari’aah dan Jakarta Islamic index pada tahun 2000 dan masih banyak lembaga-lembaga lainnya.
Madura banyak kita temui Madura di anggap sebagai salah satu daerah kawasan kepulauankhusus, dan yang paling terkenal dengan kefanatikannya serta tidak terpetak-petak dalam pemerintahan di empat kabupaten yang terdapat di Madura. Bahkan banyak sekali asumsi bahwasanya Madura sebagi provinsi tersendiri yang terpisah dengan jawa timur. Padahal, kalau di teropong dari kacama mata letak goegrafis pulau Madura hanya berjarak tia kilometer dari ujung Surabaya, dan dimana kota Surabaya adalah mrupakan ibu kota provinsi jawa timur. Sementar, Madura memiliki panjang dari barat ke timur 160 kilometer dan lebar dari utara ke selatan 40 kilometer. Dengan luas 54.887 kilometer persegi.
Berdasarkan catatannya jumlah penduduk di empat kabupaten yang ada di Madura ini yaitu, bangkalan, sampan, pamekasan dan sumenep tercatat hingga juli 2016 sebanyak 3.995.143 jiwa dan dari jumlah itu sebanyak 60,56 persen atau 2.419.359. dari hal ini biasa untuk melihat potensi peluang dan tantangan ekonomi syari’ah di Madura dengan menggunakan analisis SWOT di antaranya sebagai berikut :
Identifikasi kekuatan
1. Citra perbankan syariah yang cukup baik
Pedoman perbankan syariah yang bermuara pada al-qur’an dan hadist memengaruhi pandangan masyarakat terhadap perbankan syariah. Selain itu banyak produk yang dikeluarkan oleh perbankan syariah misalnya Tabungan BSM yang memiliki fasilitas dan manfaat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanan nasabahnya.
2. Prinsip bagi hasil yang berdasarkan kepercayaan
Prinsip utama dari sebuah perbankan syariah adalah kepercayaan (trust) yang tinggi antara mudharib dan shahibul mal. Dalam perbankan syariah tingkat bagi hasil ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, sehingga pihak perbankan maupun nasabah mempunyai kekuatan yang sama dalam keputusan perencanaan. Misalkan pada BSM bagi hasil sebesar 66:34, artinya 66 persen untuk bank dan 34 persen untuk nasabah.
3. Kenyamanan dan kemudahan bertransaksi dan pelayanan produk
Fasilitas e-banking yang terdapat pada sejumlah perbankan syariah memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi dimanapun dan kapanpun nasabah berada. Melalui fasilitas ini nasabah dengan mudah bisa melakukan transaksi diantaranya adalah pembayaran tagihan listrik dan telepon, isi ulang listrik dan pulsa, pindah buku dan kliring, info mutasi dan saldo, pembayaran premi asuransi, dan pembayaran infaq zakat.
Identifikasi kelemahan
1. Masih kurangnya infrastruktur
Jumlah kantor layanan setara dengan kantor cabang, cabang pembantu maupun kantor kas di setiap wilayah tingkat kota atau kabupaten masih sedikit. Misalkan daerah untuk wilayah bogor timur yang melayani hanya ada satu kantor cabang pembantu dan fasilitas ATM (anjungan tunai mandiri) yang sangat terbatas bahkan masih sering offline karena adanya gangguan jaringan. Sehingga para nasabah perbankan syariah sangat sulit mencari ATM.
2. Image perbankan syariah yang hanya diperuntukkan untuk orang Islam
Prinsip yang melekat pada perbankan syariah membuat image perusahaan dimata masyarakat sebagai perbankan yang khusus untuk umat beragama Islam. Hal tersebut mengakibatkan sekelompok orang non muslim masih ragu untuk menyimpan dana di perbankan syariah, karena mereka mempunyai anggapan bahwa produk perbankan syariah ini khusus untuk umat beragama Islam. Kurangnya kegiatan promosi yang dilakukan perbankan syariah dalam memasarkan produk kepada pihak-pihak diluar yang beragama Islam seperti promosi ke sekolah-sekolah yang siswanya hanya non-muslim.
3. Kerjasama dengan channelling belum menggunakan layanan perbankan syariah secara umum
Kerjasama dengan cahannelling, misalnya antara perbankan syariah dengan kantor pos untuk memberikan layanan kepada nasabah yang tidak memiliki rekening, tapi bisa mengambil uang yang mereka kirim melalui perbankan syariah. Kerjasama tersebut masih terkendala dengan adanya faktor keterbatasan dana yang dimiliki kantor pos. Selain itu, nasabah yang tidak mempunyai rekening sebaliknya belum bisa mengirimkan uang melalui kantor pos kepada orang yang mereka tuju yang memiliki rekening bank syariah. Hal tersebut disebabkan karena layanan masih bersifat transaksional.
4. Minimnya SDM yang kompeten dalam bidang perbankan syariah
Pertumbuhan industri perbankan syariah secara global terkendala oleh kelangkaan tenaga profesional. Kurangnya tenaga profesional di industri perbankan syariah tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan pertumbuhan perbankan syariah secara global tetapi sampai pada lingkup kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah.

Identifikasi Peluang
1. Masyarakat mulai tertarik pada sistem perbankan syariah dan tingginya populasi muslim di Madura
Selain jumlah penduduk seperti dijelaskan diatas, Madura tidak saja terkenal karena fanatiknya kepada kiyai dan pondok pesantren, selain dari itu Madura merupakan salah satu tempat berpijak sejarah keberadaan islam di Nusantara.
2. Perluasan jaringan perbankan syariah
Perluasan jaringan pada perbankan syariah pada wikayah-wilayah yang dinilai potensial dan membutuhkan jasa perbankan syariah merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan perbankan syariah agar semakin mempermudah proses promosi untuk terus memperbanyak nasabah dan mempertahankan nasabah yang loyal.
3. Kaderisasi SDI ( sumber daya Insani ) mulai bermunculan dari lembaga-lembaga perguruan tinggi seperti prodi ekonomi syariah di Universitas Trunojoyo Madura, STAIS Pamekasan, Instika Sumenep dan lain-lain, diharapkan dapat mengantisipasi kekurangan SDM di lembaga keuangan shyariah.
Dalam hal ini ada sebuah berita yang sedikit meniggung masalah ekonomi syari’ah di Madura khusus nya

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN — Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku, Madura menjadi salah satu daerah yang akan menjadi prioritasnya jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur. Sebab, dibanding daerah lain, Madura yang terdiri dari empat kabupaten masih menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kurang dari lima persen.
“Karena itulah, pemerintah kedepan harus mengutamakan pembangunan di Madura. Kalau Madura bisa maju, maka akan sekaligus meringankan daerah lainnya,” kata Gus Ipul dalam siaran persnya, Rabu (18/4).
Untuk mengawal inspirasi pembangunan ini, Gus Ipul dan Cawagub pasangannya, Puti Guntur Soekarno, telah menyiapkan program Satria Madura. Satria Madura adalah pemberian alokasi dana senilai satu triliun rupiah tiap tahunnya untuk Madura.
“Anggaran sebanyak itu hanya sebagai alokasi tambahan anggaran di luar alokasi anggaran program lain yang juga telah kami siapkan,” ujar Gus Ipul.
Untuk menopang hal ini, Gus Ipul juga menyiapkan program lain di bidang pendidikan. Gus Ipul meyakini, apabila pembangunan Madura bisa dimaksimalkan, Madura bisa menjadi pusat ekonomi syariah di Jawa Timur.
“Kalau pembangunan tumbuh, ekonominya tumbuh, bukan tak mungkin Madura menjadi Pusat Ekonomi Syariah di Jawa Timur nantinya,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengungkapkan, pembangunan ekonomi dilakukan di antaranya dengan menyiapkan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Serta dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. “Selama ini Madura sudah ditopang oleh pendidikan keilmuan agama yang kuat. Tugas pemerintahan nantinya adalah membangun ekonomi di sana,” ujar Gus Ipul

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Memperhatikan peluang kelemahan dan kekuatan perkembangan ekonomi syariah di Madura. Maka hal yang diangap paling penting membutuhkkan jawaban antara lain
1. Mempersiapkan SDM yang handal yaitu tenaga-tenaga profesional baik sebagai tenaga akademik, tenaga manajerial maupun tenaga teller; tenaga administrasi maupun tenaga pengawas (sebagai pegawai atau konsultan) untuk mengelola lembaga lembaga keuangan dan perbankan syariah di Madura. terlebih sampai saat ini masih beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Madura yang membuka program Studi ekonomi syariah.
2. Memperkenal kurikulum ekonomi syariah mulai sejak dini minimal ada standirasi kurikulum SD-SM. Karena kurikulum pendidikan selama ini belum menyentuh nilai-nilai ekonomi syariah.
3. Pondok Pesantren di Madura diharapkan menjadi penggerak ekonomi syariah, karena Madura juga terkenal karena pesantrennya. Dengan memperkenalkan akad-akad pada ekonomi syariah yang dapat diaplikasikan dalam dunia perbankan syariah. Oleh karena itu muatan materi pendidikan dipesantren terkait dengan hal tersebut, harus dipertajam kembali.
B. Saran
Syukur Alhamdulillah Dengan kita telah mempelajari dalam perkembangan ekonomi syari’ah di madura, semoga kita dapat mengamalkan apa yang kita pelajari, kami sadar dalam pembuatan makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kami masih butuh keritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah selanjutnya, akhirnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

DAFTAR PUSTAKA
http://www.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/18/04/18/p7d933354-gus-ipul-ingin-jadikan-madura-pusat-ekonomi-syariah
http://rohman-utm.blogspot.co.id/2017/01/menyoal-potensi-perkembangan-ekonomi.html?m=1

Beranda, Cerpen

Titah perjuangan

Berawal dari sebuah amanah yang telah mereka amanahkan kepada kami. Hingga membuat kami setiap minggunya bersama. Berbagi ilmu, berbagi rasa kekeluargaan, bahkan begitu banyak hal yang kami bagikan dalam kebersamaan itu mustahil ku tulisnya satu persatu. Kami mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Desember 2018 kami resmi Berawal dari sebuah amanah yang telah mereka amanahkan kepada kami. Hingga membuat kami setiap minggunya bersama. Berbagi ilmu, berbagi rasa kekeluargaan, bahkan begitu banyak hal yang kami bagikan dalam kebersamaan itu mustahil ku tulisnya satu persatu. Kami mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Desember 2018 kami resmi berada di sebuah naungan organisasi yang sama. Singkat cerita saya perkenalkan dulu ya teman-teman saya. Saya mulai dari yang mempunyai jiwa mengayomi siapa lagi kalau bukan Uyunur Rohmah, beliau yang selalu sabar di antara kami. Jiwa keibuan nya pun begitu tampak. Lanjut untuk yang mempunyai jiwa yang tangguh yakni Qurrotu A’yun beliau sosok wanita tapi tak kenal putus asa. Dan yang terakhir saya sendiri Luluk Illiyah entah saya tak seperti mereka berdua itu. Lambat laun seiring berputarnya sang waktu. Semakin hari rasa kekeluargaan dan rasa memiliki semakin erat. Tak butuh waktu lama untuk hal itu, kami saling memotivasi, saling berjuang bersama demi kemaslahatan baik bagi kami sendiri atau pun orang lain. Kami ini menciptakan sejarah bahkan perubahan perihal presfektif mahasiswa di kampus kami bahkan mengenai keilmuannya pula. Hingga sampai saat ini kami masih berusaha dan berusaha akan menciptakan keabadian.

Senja mentari nampak tersenyum oleh kicauan burung-burung yang selalu riang membawakan lagu syahdu dalam alunan irama yang merdu. Gelap telah menanti di ujung senja, sementara obor raksasa melambai-lambai di atas hamparan langit biru. Semakin dalam matahari tenggelam, dunia semakin nampak mencekam. Pada Kamis, 21 Maret 2019 sekitar jam 8.30 jemari lentik ku bermain bersama komputer aku mempunyai tekad untuk mengikuti event bussines plan competition tingkat Madura yang di adakan oleh himpunan mahasiswa IAIN Madura. Hingga keheningan malam yang begitu sunyi aku masih asik bermain dengan jemariku hingga esoknya tetap ku setia bersamanya. Pengumpulan terakhir saat ini 23 Maret 2019 bergegas ku temui sosok lelaki yang aku sebelumnya sudah meminta bantuan kepadanya. Tepat sore itu aku segera mengirimnya. Dalam benak ku, sampai inilah usaha saya dalam ajang bergengsi ini. Jika lolos berarti ini sudah kehendak yang kuasa.

Lembayung sutra di ufuk timur sana kembali bercahaya, menyayat gelap di antara ranting-ranting jiwa yang semakin resah oleh hasil kerja kami. Tak ada lagi suara-suara indah nan merdu tersabgkut di setial daun telingan. Hanyalah terdengar bisik-bisik dilema di dalamnya.

“Ah, rasanya aku terlalu takut dengan hasil dan pengumuman.” Gaumku dalam hati.

Ting tung ting tung ting (notif WhatApps) ku kembali berbunyi. Ku fikir itu dari someone ku segera ku buka menggunakan fingerpin. Rupanya bukan tapi, no baru yang tak ku kenal langsung ku buka.

“Allah ini pengumunan pemenang” segeraku download dokumen itu. Dengan hati yang takut, ucap sholawat kembali ku gaumkan dalam hati. Bismillah wa biidzinillah ya Allah. Akhirnya ku peluk sahabat di sampingku yakni a’yun. Sambil ku ucap “kita lolos masuk 10 finalis besar” tak terasa ingin ku teteskan sebuah air mata namun aku malu.

Tutur uyun “kita berangkat beneran ke pamekasan” dengan senyum sumringahnya yang menguatkan jiwa kami.

Mentari di ufuk timur tampak tersenyum bahagia menyinari di seluruh belahan bumi, menyingsing gelap di antara rerimbunan yang menguap. Pagi yang cerah sangat dirasakan oleh kita semua. Kita tampak tergesa-gesa menuju pintu gerbang kampus IAIN Madura itu. Nampaknya kita seolah-olah siap beradu bersama kampus yang mempunyai title yang woow dengan presfektif mahasiswanya hebat hebat.

 

Kita berangkat dengan membawa penghangat produk kami. Hingga sampai di tempat kita di buat bahan bully ada yang bilang “Ukhty, bawa nasi tah” kita hanya tersenyum merkah.

Tak hanya itu kembali di sambung dengan yang lain nya “Ukhty bawa Es lilin tah?” Tampaknya kita sangat tak peduli dengan hal itu. Tiba pada acara inti, saat itu luluk sendiri mengambil no undian akhirnya dengan pembacaan bismillahirrohmanirrohim ku buka akhirnya no urut terakhir.

 

Waktu terus bergulir seperti kilat. Satu per satu mempresentasikan produknya dengan inovasi kreatif mereka “Masya Allah produknya mereka bagus-bagus” ucapku pada uyun.

Tak lama kemudian uyun bilang “luk aku malu dengan produk kita” bisiknya.

“Sama akupun begitu, meraka kreatif sedangkan kita produk yang terbuat dari singkong aku tidak sanggup dengan ucapan juri. Ini jajan pasaran” sahutku.

“Sudah tidak masalah kita sudah ada di sini mau mundur kita gak bisa, wes kita tabrak aja. Kita kembali pada niat awal kita, disini kita cari pengalaman” ucap uyun.

Dengan rasa yang pesimis terus menyelimutiku. A’yun dan uyun rupanya tak tega melihatku. Aku memang kecil hati, se akan-akan aku malu sama mereka.

“Kenapa kita harus masuk ke babak ini” ucap uyun kembali membuatku down

“Entahlah” jawab ku singkat.

“Sudahlah luk, kamu harus tetap optimis” tutur a’yun sambil memegang tangan ku.

Akhirnya aku pengang tangan mereka sebagai simbol aku akan kuat bersama meraka. Saat ini mulailah ada kekuatan yang di berikan mereka padaku. hingga pada akhirnya giliran kita yang mempresentasikan produk kami. Dengan niat mengharap ridhonya. Akhirnya tahap demi tahap kita lalui bersama hingga kita mendapat perhatian dari juri dan para audien.

 

Hingga tiba saatnya pada pengumuman pemenang, So, kita mendapatkan juara harapan 1 tingkat Madura.

berada di sebuah naungan organisasi yang sama. Singkat cerita saya perkenalkan dulu ya teman-teman saya. Saya mulai dari yang mempunyai jiwa mengayomi siapa lagi kalau bukan Uyunur Rohmah, beliau yang selalu sabar di antara kami. Jiwa keibuan nya pun begitu tampak. Lanjut untuk yang mempunyai jiwa yang tangguh yakni Qurrotu A’yun beliau sosok wanita tapi tak kenal putus asa. Dan yang terakhir saya sendiri Luluk Illiyah entah saya tak seperti mereka berdua itu.

Lambat laun seiring berputarnya sang waktu. Semakin hari rasa kekeluargaan dan rasa memiliki semakin erat. Tak butuh waktu lama untuk hal itu, kami saling memotivasi, saling berjuang bersama demi kemaslahatan baik bagi kami sendiri atau pun orang lain. Kami ini menciptakan sejarah bahkan perubahan perihal presfektif mahasiswa di kampus kami bahkan mengenai keilmuannya pula. Hingga sampai saat ini kami masih berusaha dan berusaha akan menciptakan keabadian.

Senja mentari nampak tersenyum oleh kicauan burung-burung yang selalu riang membawakan lagu syahdu dalam alunan irama yang merdu. Gelap telah menanti di ujung senja, sementara obor raksasa melambai-lambai di atas hamparan langit biru. Semakin dalam matahari tenggelam, dunia semakin nampak mencekam. Pada Kamis, 21 Maret 2019 sekitar jam 8.30 jemari lentik ku bermain bersama komputer aku mempunyai tekad untuk mengikuti event bussines plan competition tingkat Madura yang di adakan oleh himpunan mahasiswa IAIN Madura. Hingga keheningan malam yang begitu sunyi aku masih asik bermain dengan jemariku hingga esoknya tetap ku setia bersamanya. Pengumpulan terakhir saat ini 23 Maret 2019 bergegas ku temui sosok lelaki yang aku sebelumnya sudah meminta bantuan kepadanya. Tepat sore itu aku segera mengirimnya. Dalam benak ku, sampai inilah usaha saya dalam ajang bergengsi ini. Jika lolos berarti ini sudah kehendak yang kuasa.

Lembayung sutra di ufuk timur sana kembali bercahaya, menyayat gelap di antara ranting-ranting jiwa yang semakin resah oleh hasil kerja kami. Tak ada lagi suara-suara indah nan merdu tersabgkut di setial daun telingan. Hanyalah terdengar bisik-bisik dilema di dalamnya. “Ah, rasanya aku terlalu takut dengan hasil dan pengumuman.” Gaumku dalam hati.

Ting tung ting tung ting (notif WhatApps) ku kembali berbunyi. Ku fikir itu dari someone ku segera ku buka menggunakan fingerpin. Rupanya bukan tapi, no baru yang tak ku kenal langsung ku buka. “Allah ini pengumunan pemenang” segeraku download dokumen itu. Dengan hati yang takut, ucap sholawat kembali ku gaumkan dalam hati. Bismillah wa biidzinillah ya Allah. Akhirnya ku peluk sahabat di sampingku yakni a’yun. Sambil ku ucap “kita lolos masuk 10 finalis besar” tak terasa ingin ku teteskan sebuah air mata namun aku malu. Tutur uyun “kita berangkat beneran ke pamekasan” dengan senyum sumringahnya yang menguatkan jiwa kami.

Mentari di ufuk timur tampak tersenyum bahagia menyinari di seluruh belahan bumi, menyingsing gelap di antara rerimbunan yang menguap. Pagi yang cerah sangat dirasakan oleh kita semua. Kita tampak tergesa-gesa menuju pintu gerbang kampus IAIN Madura itu. Nampaknya kita seolah-olah siap beradu bersama kampus yang mempunyai title yang woow dengan presfektif mahasiswanya hebat hebat.

Kita berangkat dengan membawa penghangat produk kami. Hingga sampai di tempat kita di buat bahan bully ada yang bilang “Ukhty, bawa nasi tah” kita hanya tersenyum merkah. Tak hanya itu kembali di sambung dengan yang lain nya “Ukhty bawa Es lilin tah?” Tampaknya kita sangat tak peduli dengan hal itu. Tiba pada acara inti, saat itu luluk sendiri mengambil no undian akhirnya dengan pembacaan bismillahirrohmanirrohim ku buka akhirnya no urut terakhir.

Waktu terus bergulir seperti kilat. Satu per satu mempresentasikan produknya dengan inovasi kreatif mereka “Masya Allah produknya mereka bagus-bagus” ucapku pada uyun. Tak lama kemudian uyun bilang “luk aku malu dengan produk kita” bisiknya.

“Sama akupun begitu, meraka kreatif sedangkan kita produk yang terbuat dari singkong aku tidak sanggup dengan ucapan juri. Ini jajan pasaran” sahutku.

“Sudah tidak masalah kita sudah ada di sini mau mundur kita gak bisa, wes kita tabrak aja. Kita kembali pada niat awal kita, disini kita cari pengalaman” ucap uyun

Dengan rasa yang pesimis terus menyelimutiku. A’yun dan uyun rupanya tak tega melihatku. Aku memang kecil hati, se akan-akan aku malu sama mereka.

“Kenapa kita harus masuk ke babak ini” ucap uyun kembali membuatku down

“Entahlah” jawab ku singkat.

“Sudahlah luk, kamu harus tetap optimis” tutur a’yun sambil memegang tangan ku.

Akhirnya aku pengang tangan mereka sebagai simbol aku akan kuat bersama meraka. Saat ini mulailah ada kekuatan yang di berikan mereka padaku. hingga pada akhirnya giliran kita yang mempresentasikan produk kami. Dengan niat mengharap ridhonya. Akhirnya tahap demi tahap kita lalui bersama hingga kita mendapat perhatian dari juri dan para audien.

Hingga tiba saatnya pada pengumuman pemenang, So, kita mendapatkan juara harapan 1 tingkat Madura. Kita pulang dengan penuh cerita, dengan kebahagiaan yang tiada tara. Jadi kita semua tau arti sebuah perjuangan.

Beranda, Puisi

Pelan akan pergi tapi tanpa permisi

Hujan…
sore ini senja tak ada
langit nampak gelap bersama hitam pekatnya
bersama dengan derai air mata
yang tumpah sebabnya
suara itu sangat keras membentak hatiku
gemuruh itu bersamaan dengan hancurnya batinku
pulang dengan hati yang tidak terima
atas perlakuannya
ingin ku banting setir dan aku ingin mengakhirinya

bagaimana tidak…
seseorang yang kini ku ingin tatap wajahnya
seseorang yang aku rindukan senyumannya
seseorang yang aku ingin berada disisinya
lebih bersamanya dia yang hadir detik itu saja
sedangkan aku dan rinduku tak pernah sirna
rinduku semakin mendalam
perhatian mu semakin berkurang
waktu mu tak pernah kau berikan
aku bukan lagi yang kamu prioritaskan
tapi mereka dan dia yang selalu kamu totalitaskan

Perlahan tapi pasti
Gelap mulai menggerogoti
Hening mulai mendominasi
Pelan akan pergi tapi tanpa permisi
coba fahami?
aku tak akan meminta mu mencintai
tapi cobalah mengerti dan fahami
jangan begitu di depanku
silahkan di belakangku
biar aku tak pernah tau hal itu

Beranda, Puisi

Peluk aku tuhan

Kuat kan aku tuhan
kuat kan aku…
aku ingin berbicara sedikit dengan mu
aku ingin sekali memeluk mu
aku ingin bercerita segala keluh kesahku
aku gak sanggup tuhan
aku gak sanggup…

Disaat aku seperti ini
tak satupun seseorang yang peduli
tak satupun seseorang yang mengerti
ingin semua ku akhiri

segala rasa sudah ku beri
tapi dia sedikitpun tak pernah peduli
dulu kita bersama saling berbagi rasa
entah semenjak itu semua berbeda
aku tak pernah tau apa sebabnya

Dulu aku sering di manja
hingga aku di buat nyaman olehnya
tapi sekarang aku di hina
di caci maki dengan semua kata

dekap aku tuhan
dekap…
peluk aku tuhan
peluk…
aku rindu semua hal
aku rindu tertawa riang bersamanya
bukan tangis isak yang ku terima
aku rindu pundak yang selalu ada
aku rindu tuhan
aku benar-benar rindu