Beranda, Puisi

Sehancur Itu Aku Pernah

Aku pernah hancur karena terlalu percaya
Pernah juga patah karena memilih orang yang salah
Aku pernah terkubur dalam-dalam di dalam hati seseorang yang ku selami dengan niat untuk bisa aku mengerti
Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain
Aku pernah tercerai berai ketika Kasihku tak sampai
Aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri ketika sedang berusaha menyusun lalu kau datang lagi aku pernah terjatuh dua kali karena ceroboh memberikan kesempatan
Aku pernah ditinggalkan karena menunggu
Aku pernah dihakimi karena melindungi
Tapi nyatanya aku tetap tidak takut jatuh cinta
Yang kutakuti adalah orang yang telah kucintai dengan begitu penuh
Ternyata mencintaiku separuh.

Beranda, Puisi

Sendu

Bagiku…

Melupakan bukanlah tentang menemukan seseorang yang baru setelah semuanya berlalu

Bagiku… Melupakan juga butuh waktu iya waktu yang tak mungkin secepat itu melupakan butuh juga keikhlasan bukan hanya perihal keterpaksaan

Bagiku… melupakan bukanlah seperti saat awal kita bertemu dengan mudahnya saling menaruh harap walaupun itu hanyalah perasaan semu

Pendar cahaya purnama menghangat
Menguapkan malamku bersama angin
Berpadu rindu dalam koma
Tanpa titik tak kunjung menjeda
Merantai tentangmu tanpa suara
Kucukupkan cakap, kusuratkan rindu
Tintaku surut
Penaku beku dilanda sendu
Rinduku selalu menggebu walau raga tak bisa menyatu doa terbaik selalu untukmu…

Duhai cinta subuhku

Artikel, Puisi

Memilih Mengikhlaskan

Beberapa tahun yang lalu

Takdir Allah menyapaku dan menyapamu

Sebuah kejadian tak sengaja yang dapat menumbuhkan sebuah rasa

Awalnya hanya saling menunduk kan pandangan ketika sebelum dan sesudah sholat subuh masa itu, namun akhirnya berkembang hingga berubah menjadi kenangan.

Berkembang dari rasa kagum

Berkembang menjadi suka

Berkembang menjadi cinta

Dan akhirnya berkembang menjadi sebuah cerita dengan tidak bahagia

Dimana ini, aku mendapatkan sebuah kabar tentang mu.

Malam ini aku terdiam sendiri, berteman dengan langit kelabu, angin yang menusuk tulangku, dan sunyinya malam yang setia menemaniku.

Kau mengabarkan padaku lewat media sosialmu, bahwa kau telah menemukan tulang rusuk mu.

Padahal andai kau tau, tadi malam aku sempat bermimpi tentangmu, dalam mimpi itu aku memengang tangan mu. Kau tampak bahagia selalu. Dan ternyata kenyataan nya tak seperti mimpi indahku.

Kenyataannya aku melihat mu mengendarai laju mobilmu dengan saling berpegangan erat pada tulang rusukmu.

Runtuh sudah harapanku, harapanku bersanding denganmu, harapanku membangun bahtera cinta bersamamu.

Bismillah ya Rabb saat ini aku memilih untuk mengikhlaskan (Ilvm)

Beranda, Puisi

Aku Mengejarmu dan Kamu Menghindariku

Senja kini telah pergi
Bersama waktu yang menepi
Membuat kuternanti
apakah esok dia kembali
Kini sepi datang lagi
Saat semua yang kuhadapi harus sendiri
rindu menyakitiku ketika tamu tak lagi kutemui
Ku bertahan dengan malam
Yang Menyudutkanku pada kelam
Rasanya baru kemarin kau hadir
Dengan semilir angin bersamaku
Namun sekarang hanya kenangan yang bertamu
Yang menyiksaku dengan rindu

Dalam realita, saat ini kita berada dalam posisi dimana. Aku sibuk mengejarmu, sedangkan kamu sibuk menghindariku. Ya, seperti itu.

Beranda, Puisi

Nyaman Bertahan, Sayang Berjuang

aku tahu kehidupanmu bukan aku saja, tapi mengertilah aku cemburu kalau kamu terlalu asik sama yang lain.

karna nyaman aku bisa bertahan, dan karna sayang aku bisa berjuang.

Dalam realita, saat ini kita berada dalam posisi dimana. Aku sibuk mengejarmu, sedangkan kamu sibuk menghindariku. Ya, seperti itu.

kau tak lagi kembali saat ku merindu
kau tak lagi kembali saat Ku bersendu
Dunia terlalu naif untukku hadapi
Persoalan yang tak kunjung selesai harus kusesali
Ketika raga tak lagi mampu melalui kini ku sendiri berteman sepi yang mati
Kau telah pergi tanpa peduli mengharap Ku disini bersama sang waktu kau melupakan kenanganmu senja, lantas bagaimana lagi Aku harus kembali ketika sebab yg telah dia ingkari

Beranda, Puisi

Aku Yang Mempertahankan, Kau Yang Melepaskan

Kau telah menitikan air mata karenanya, tetapi masih peduli padanya.

Kau telah dihiraukan berkali kali, tapi kau masih menunggunya dengan setia.

Dan ketika ia telah jatuh cinta kepada orang lain, tapi kamu masih bisa tersenyum dan bisa bisanya berkata ‘aku turut bahagia kalau kau bahagia’.

Padahal hati telah hancur untuk kesekian kali karenanya
Padahal dalam hati ingin menangis sejadi jadinya
Padahal diri ini tak terima.

Kau terlalu baik hati untuk orang lain sampai sampai kau lupakan sesuatu,
Bahwa dirimu sendiri juga butuh bahagia.

Aku mempertahankan
Dan aku selalu memperjuangkan
Dari apa yang kau lepaskan

Meski sering kau abaikan
Aku mengingat mu
Dan kau melupakan ku

Aku menunggu mu
Dan kau melambaikan tangan
Sebagai tanda perpisahan

Selamat tinggal

Beranda, Puisi

Fluktuasi Hati

Malam semakin pekat
Orang-orang pun kian terlelap
Jiwaku bergejolak namun ku coba mengelak.
Kurasa solusi tidak selamanya bagus
Dan jalan keluar tak selamanya baik
Jarum takdir menusuk rongga bahagia
Suka-ku berbias dilema
Tirakat sudah kulaksanakan
Kian terdengar asma-mu dilantunku
Ya Rabb nikmat mana lagi yang aku dustakan
Dasar aku hanya hamba yang selalu kurang

Beranda, Puisi

Pengemban Amanah Dakwah Berbahagialah

Untukmu para pengemban amanah dakwah…
Jangan berhenti sekarang
Jangan bilang gagal sekarang
Peluang itu masih ada
Menanti kembali di perjuangankan
Untuk mu yang terus istiqamah, yang terus berjuang tanpa lelah
Sertakan Allah di setiap langkah
Yang ada dalam fikiran nya hanya
Bagaimana ia menjadikan semuanya lillah
Karena cintanya padamu, ia percayakan amanah langit di bahumu
Karena sayangnya padamu ia pilihkan jalan ini untukmu
Pernakah selintas kalian bertanya
Mengapa ia memilihmu?
Karena Allah mencintaimu
Karena Allah mempercayai mu
Sebab amanah tak akan salah dalam memilih pundaknya

Ukhti akhi ku…
Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian dan keramaian
Allah memberimu kedewasaan ketika masalah berdatangan
Percayalah Allah melatih ketegaran dalam kesakitan
Tetaplah istiqomah
Sertakan Allah disetiap langkah dakwah
ketika dakwahmu tak dihargai, maka pada saat itu engkau sedang belajar tentang sebuah keikhlasan.
Siap memikul amanah adalah hati yang kuat,teguh, dan tulus
Tak berharap apapun tapi sanggup memberi kan segala nya dengan segenap apapun

Ukhti akhi ku…

jangan minta dikurangi bebanmu tapi, Mintalah punggung mu agar kuat membawanya

Ukhti akhi ku..

Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran Sepahit dan sesulit apapun itu
Bersatulah dalam berjamaah walaupun engkau merasa kecewa
karena berjamaah lebih baik daripada sendirian
Bangkitlah ketika jatuh dan jangan menyerah
Sampaikanlah dakwah setiap saat agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki

Ukhti akhi ku…

memang tak mudah untuk bertahan dan berada di Sebuah Jalan bernama dakwah ini
Maka kalian bahagialah Allah masih memberi kalian kesempatan untuk merasakan indahnya Jalan Dakwah ini

Lelah? Itu pasti

Bangkitmu kita nanti

Bulatkan tekad

Kuatkan azzam diri

Semoga Allah senantiasa meridhoi

Beranda, Puisi

Saat Di Titik Terendah

Percaya atau tidak

Diyakini atau tidak

Dipungkiri atau tidak

Terserah kalian

Tapi, setiap insan pasti pernah merasakan sedang berada di suatu titik terendah dalam hidupnya

Lesu, murung, melamun, tak berani maju karena khawatir telah mengkelabui percaya diri

Kehilangan motivasi, sedih, merintih,lelah, resah, gelisah, sambat dan pada akhirnya ia terlambat

Ia terlambat untuk menyadari dirinya

Ia lupa bagaimana caranya agar bangkit

Sebelum jatuh sakit

Ia lupa bahwa dirinya sosok yang kuat

Ia lupa bahwa dirinya mempunyai mempunyai banyak tekad

Cobalah berdiri cepat, majulah, melangkahlah, dan larilah sejauh mungkin.

Hadapi jangan terlalu lama untuk diratapi

Pada akhirnya kau akan mengenali dirimu yang memang dilahirkan dan ditakdirkan tuk salah dan menyelesaikan masalah itu sendiri

Yakinlah dan Bismillah…

Beranda, Puisi

Menuju Jannah Bersama Ukhti Fillah

Jadilah wanita yang menginspirasi ,bukan wanita yang suka di puji,dan bukan pula wanita yang sibuk memper Cantik diri.

Cantik-nya Seorang Wanita, dilihat dari sujud-nya kepada Allah SWT, bukan karena mampu melawan lawan jenis dengan menebar pesonanya.

Cantiknya wanita bukan dari keelokan bentuk Tubuh-nya, Tapi karena keteguhannya istiqomah dalam menjaga Aurat-nya.

Cantiknya wanita bukan dari wajah glowingnya, tapi karena ia bisa dan mampu menjaga akhlaqnya serta menundukkan pandangan nya pada yang bukan mahramnya.

Untukmu wanita yang di muliakan Allah, untukmu wanita yang lebih mulia kedudukannya dari laki-laki. Jaga lisanmu, jaga perbuatan mu, dan juga kehormatanmu dari seseorang yang belum halal bagimu.

Mari berjamaah untuk hijrah menuju jannah ya ukhti fillah