Aku pernah hancur karena terlalu percaya
Pernah juga patah karena memilih orang yang salah
Aku pernah terkubur dalam-dalam di dalam hati seseorang yang ku selami dengan niat untuk bisa aku mengerti
Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain
Aku pernah tercerai berai ketika Kasihku tak sampai
Aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri ketika sedang berusaha menyusun lalu kau datang lagi aku pernah terjatuh dua kali karena ceroboh memberikan kesempatan
Aku pernah ditinggalkan karena menunggu
Aku pernah dihakimi karena melindungi
Tapi nyatanya aku tetap tidak takut jatuh cinta
Yang kutakuti adalah orang yang telah kucintai dengan begitu penuh
Ternyata mencintaiku separuh.
Tag: sakit
Ini Tentang Proses

Proses itu panjang
Proses itu tidak ada yang instan
Proses itu penuh perjuangan
Proses itu penuh pertimbangan
Proses itu penuh keikhlasan
Proses itu butuh pemikiran mendalam
Proses itu butuh yang namanya perngorbanan
Proses itu penuh teka-teki
Proses itu penuh misteri
Proses itu semua yang pernah kita lewati bahkan hingga detik ini
dimana detik ini yang selalu ku semogakan dalam doa panjangku pada Rabb ku
Proses, iyaa Proses…
Proses itu tak mengenal waktu
bahkan proses itu tak terbatas waktu
aku akan tetap berproses baik dan membaikkan.
Ini Tentang Hati

Layaknya sebuah bangunan. Sejak penghuninya pergi, bangunan itu telah ditutup. Pintunya sudah digembok rapat. Dan kunci gemboknya telah dibuang jauh. Bisa saja sampai ke dasar laut, hingga tidak ada seorangpun yang dapat menemukannya kembali. Hingga tak seorangpun bisa memasuki bangunan itu lagi.
Beberapa kali ada seseorang yang mencoba mengetuknya, namun semua sia-sia. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda pintu bangunan itu akan dibuka. Bahkan sempat beberapa kali ada yang mencoba mencongkelnya, namun hal itu tetap sia-sia belaka. Semuanya sama. Tidak ada satupun yang berhasil mencongkelnya. Gembok itu sudah terkunci mati.
Sebenarnya jangan khawatir, ada satu cara untuk memasuki rumah itu. Ada satu kunci cadangan. Dimana kunci yang bisa menembus gembok kuat itu. Kunci yang bisa menembus pintu bangunan itu setelah bertahun-tahun lamanya tidak pernah sekalipun terbuka. Bahkan tak seorangpun yang bisa menerobosnya, dan masuk ke dalam nya.Dan kunci itu ada, ada di dalam nya. Sebenarnya sejak ditinggal oleh penghuni lamanya, rumah itu tidak benar-benar kosong. Rumah itu tidak benar-benar hampa. Ada yang tetap tinggal disana. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak melemah. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak mudah dipatahkan. Dan bahkan, hanya melalui Dia lah gembok itu dapat terbuka kembali. Karena tak semuanya pergi, seperti kunci.
Gembok itu akan tetap kuat, gembok itu akan tetap terkunci rapat. Hingga ada yang berhasil merayu Dia.
Dia, Sang Penghuni bangunan, untuk mengizinkannya memasuki bangunan itu. Sebagai penghuni baru dan akan menetap selamanya. Bahkan sampai saat bangunan itu tak lagi bisa ditempati dan pengguni keduanya mati yang terbingkai dalam cinta abadi.
Say to No “Bertekuk lutut di hadapan duka”

Aku tau kadang dalam hidup
tidak semua yang kita mau
tidak semua yang kita harapkan
bisa terwujudkan begitu saja
peluh itu pasti ada, kesah itu pasti nyata adanya
bahkan aku yakin dan itu aku alami sendiri
tak jarang pula kita seketika
meneteskan sebuah air mata duka
lantas,
apakah hanya hal sekecil itu
lalu kita bertekuk lutut
di hadapan duka?
Bahkan sekalipun harapan itu tak menjadi nyata
Bukan seperti itu,
sesuatu itu tidak ada yang sia-sia
cobalah kalian sejenak bermuhasabah
satu yang perlu kalian ingat.
Hadapi dan jalani dan jangan lupa intropeksi diri
ikuti arusnya, nikmati prosesnya
Allah tau kapan kau akan memperoleh kebahagiaan dari Nya
Hadapi segala ujian
Dalam kesusahan yakinlah ada kemudahan
Peluk kembali setiap serpihan asa yang barangkali masih menyisakan luka.
Sebelum tinggal kenangan

Di hari ini
Di menit ini
Bahkan di detik ini
Aku akan lepaskan dan merelakan
Anganku yang belum tersampaikan
Aku putuskan untuk tidak menyimpan rasa lagi untukmu
Jangan tanya mengapa
Karna aku yakin kau yang lebih mengetahuinya
Sebelumnya aku tak pernah rela
Sebelumnya hal itu tak pernah ada
Tapi apa daya, kau hanya ilusi semata
Yang selalu membuat diri ini nestapa di relung hampa
Izinkan aku bertanya satu hal sebelum aku tinggalkan
Jika kelak kita memang di takdirkan untuk kembali bersama, apa yang ingin kau katakan pada dunia bahkan apa yang ingin kau katakan kepada temannya yang sekarang mereka tak pernah tau posisi kita?
Catatan di penghujung Desember

Akhir…
Bagiku semua bukanlah berakhir
Akan tetapi semuanya akan lebih baru
Semuanya akan lebih baik
Aku yakin itu
Selama ini, sejauh ini aku banyak merangkai angan
Entah mengapa semua itu tak bisa ku urai
Mungkin ini salah ku
Mungkin ini nasib ku
Tak sepantasnya aku mengadu pada sang waktu
Aku lupa bahwa waktu akan terus berlaju
Entah akan di bawa kemana jiwa dan ragaku
Sementara itu kadang aku menghiraukan yang terjadi padaku
Banyak harapan di penghujung desemberku
Tapi cukup aku dan tuhanlah yang tau
Benarkah Sakitku sebabmu?

Kamu egois…
kamu tidak pernah memikirkan perasaanku
kamu acuh terhadapku
andai kau tau
sakitku adalah sebabmu
aku memikirkan hatimu
aku memikirkan perasan mu
sampai aku lupa dengan diriku
aku lupa dengan keadaan ku
aku lupa segalanya tentang hidupku
aku tau siapa dirimu bahkan aku pun juga tau siapa diriku
Aku terbelenggu pada setiap putaran sang waktu
kau biarkan aku terhimpit pada waktu yang tak pernah memihak padaku
kau biarkan aku rindu
akan terus hadirmu
tapi kau tak pernah peduli hal itu
lalu, bagaimana janji mu yang pernah kau ucap dulu itu
di atas ketinggian itu kau berjanji tak akan meninggal kan ku
aku sudah percaya akan hal itu
tapi bodohnya aku
aku semudah nya mempercayaimu
hingga saat ini sakitku ini adalah sebabmu