Beranda, Puisi

Aku Rela

Maafkan aku telah mengusik ketenanganmu
Maafkan aku yang selalu menuntut mu untuk hidup bersamaku
Aku tau siapa aku dan siapa pula dirimu

jika dia bisa membuatmu bahagia
maka semoga waktu bisa membuatku lupa
lupa…
iyaa lupa, lupa tentang kisah kita berdua

jikalau pun takdirmu adalah dia
maka akupun akan bahagia diatas bahagiamu dan dia.
mungkin kita bisa memaksa mulut untuk berdusta. Tapi tidak dengan hati kita berdua sebab rasa dan cinta.

aku rela kau bersama nya
akupun rela takdirmu berpihak pada dia
dan maaf cinta tak bisa dipaksa
kalaupun terpaksa apakah kamu yakin aku (aku yang kau cinta) akan bahagia?

Beranda, Puisi

Ini Tentang Hati

Layaknya sebuah bangunan. Sejak penghuninya pergi, bangunan itu telah ditutup. Pintunya sudah digembok rapat. Dan kunci gemboknya telah dibuang jauh. Bisa saja sampai ke dasar laut, hingga tidak ada seorangpun yang dapat menemukannya kembali. Hingga tak seorangpun bisa memasuki bangunan itu lagi.

Beberapa kali ada seseorang yang mencoba mengetuknya, namun semua sia-sia. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda pintu bangunan itu akan dibuka. Bahkan sempat beberapa kali ada yang mencoba mencongkelnya, namun hal itu tetap sia-sia belaka. Semuanya sama. Tidak ada satupun yang berhasil mencongkelnya. Gembok itu sudah terkunci mati.

Sebenarnya jangan khawatir, ada satu cara untuk memasuki rumah itu. Ada satu kunci cadangan. Dimana kunci yang bisa menembus gembok kuat itu. Kunci yang bisa menembus pintu bangunan itu setelah bertahun-tahun lamanya tidak pernah sekalipun terbuka. Bahkan tak seorangpun yang bisa menerobosnya, dan masuk ke dalam nya.Dan kunci itu ada, ada di dalam nya. Sebenarnya sejak ditinggal oleh penghuni lamanya, rumah itu tidak benar-benar kosong. Rumah itu tidak benar-benar hampa. Ada yang tetap tinggal disana. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak melemah. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak mudah dipatahkan. Dan bahkan, hanya melalui Dia lah gembok itu dapat terbuka kembali. Karena tak semuanya pergi, seperti kunci.

Gembok itu akan tetap kuat, gembok itu akan tetap terkunci rapat. Hingga ada yang berhasil merayu Dia.

Dia, Sang Penghuni bangunan, untuk mengizinkannya memasuki bangunan itu. Sebagai penghuni baru dan akan menetap selamanya. Bahkan sampai saat bangunan itu tak lagi bisa ditempati dan pengguni keduanya mati yang terbingkai dalam cinta abadi.

Beranda, Puisi

Say to No “Bertekuk lutut di hadapan duka”

Aku tau kadang dalam hidup
tidak semua yang kita mau
tidak semua yang kita harapkan
bisa terwujudkan begitu saja

peluh itu pasti ada, kesah itu pasti nyata adanya
bahkan aku yakin dan itu aku alami sendiri
tak jarang pula kita seketika
meneteskan sebuah air mata duka

lantas,

apakah hanya hal sekecil itu
lalu kita bertekuk lutut
di hadapan duka?
Bahkan sekalipun harapan itu tak menjadi nyata

Bukan seperti itu,

sesuatu itu tidak ada yang sia-sia
cobalah kalian sejenak bermuhasabah
satu yang perlu kalian ingat.
Hadapi dan jalani dan jangan lupa intropeksi diri
ikuti arusnya, nikmati prosesnya
Allah tau kapan kau akan memperoleh kebahagiaan dari Nya

Hadapi segala ujian
Dalam kesusahan yakinlah ada kemudahan
Peluk kembali setiap serpihan asa yang barangkali masih menyisakan luka.

Beranda, Puisi

Mungkin kaulah tercipta bukan untuk ku

Disaat aku berlari
Kenapa kau malah memilih pergi
Dan disaat aku terdiam
Namun kau justru membungkam

Aku tak tahu
Apa maksudmu
Apakah kau telah muak
Akan cinta yang menurutmu tak lagi bergejolak

Sungguh aku masih sayang
Bahkan wajahmu masih terbayang
Tapi apa boleh buat
Cinta kita tak lagi melekat

Aku sadar
Kau tercipta bukanlah untukku
Tapi ijinkan aku menyimpan rasa ini
Sebagai kenangan atas cinta yang tak pasti
Aku tak mengerti
kenapa semua ini terjadi
Padahal aku dan kau sudah pernah merangkai mimpi