Aku pernah hancur karena terlalu percaya
Pernah juga patah karena memilih orang yang salah
Aku pernah terkubur dalam-dalam di dalam hati seseorang yang ku selami dengan niat untuk bisa aku mengerti
Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain
Aku pernah tercerai berai ketika Kasihku tak sampai
Aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri ketika sedang berusaha menyusun lalu kau datang lagi aku pernah terjatuh dua kali karena ceroboh memberikan kesempatan
Aku pernah ditinggalkan karena menunggu
Aku pernah dihakimi karena melindungi
Tapi nyatanya aku tetap tidak takut jatuh cinta
Yang kutakuti adalah orang yang telah kucintai dengan begitu penuh
Ternyata mencintaiku separuh.
Tag: Puisi
Sendu
Bagiku…
Melupakan bukanlah tentang menemukan seseorang yang baru setelah semuanya berlalu
Bagiku… Melupakan juga butuh waktu iya waktu yang tak mungkin secepat itu melupakan butuh juga keikhlasan bukan hanya perihal keterpaksaan
Bagiku… melupakan bukanlah seperti saat awal kita bertemu dengan mudahnya saling menaruh harap walaupun itu hanyalah perasaan semu
Pendar cahaya purnama menghangat
Menguapkan malamku bersama angin
Berpadu rindu dalam koma
Tanpa titik tak kunjung menjeda
Merantai tentangmu tanpa suara
Kucukupkan cakap, kusuratkan rindu
Tintaku surut
Penaku beku dilanda sendu
Rinduku selalu menggebu walau raga tak bisa menyatu doa terbaik selalu untukmu…
Duhai cinta subuhku
Aku Mengejarmu dan Kamu Menghindariku
Senja kini telah pergi
Bersama waktu yang menepi
Membuat kuternanti
apakah esok dia kembali
Kini sepi datang lagi
Saat semua yang kuhadapi harus sendiri
rindu menyakitiku ketika tamu tak lagi kutemui
Ku bertahan dengan malam
Yang Menyudutkanku pada kelam
Rasanya baru kemarin kau hadir
Dengan semilir angin bersamaku
Namun sekarang hanya kenangan yang bertamu
Yang menyiksaku dengan rindu
Dalam realita, saat ini kita berada dalam posisi dimana. Aku sibuk mengejarmu, sedangkan kamu sibuk menghindariku. Ya, seperti itu.
Nyaman Bertahan, Sayang Berjuang
aku tahu kehidupanmu bukan aku saja, tapi mengertilah aku cemburu kalau kamu terlalu asik sama yang lain.
karna nyaman aku bisa bertahan, dan karna sayang aku bisa berjuang.
Dalam realita, saat ini kita berada dalam posisi dimana. Aku sibuk mengejarmu, sedangkan kamu sibuk menghindariku. Ya, seperti itu.
kau tak lagi kembali saat ku merindu
kau tak lagi kembali saat Ku bersendu
Dunia terlalu naif untukku hadapi
Persoalan yang tak kunjung selesai harus kusesali
Ketika raga tak lagi mampu melalui kini ku sendiri berteman sepi yang mati
Kau telah pergi tanpa peduli mengharap Ku disini bersama sang waktu kau melupakan kenanganmu senja, lantas bagaimana lagi Aku harus kembali ketika sebab yg telah dia ingkari
Aku Yang Mempertahankan, Kau Yang Melepaskan
Kau telah menitikan air mata karenanya, tetapi masih peduli padanya.
Kau telah dihiraukan berkali kali, tapi kau masih menunggunya dengan setia.
Dan ketika ia telah jatuh cinta kepada orang lain, tapi kamu masih bisa tersenyum dan bisa bisanya berkata ‘aku turut bahagia kalau kau bahagia’.
Padahal hati telah hancur untuk kesekian kali karenanya
Padahal dalam hati ingin menangis sejadi jadinya
Padahal diri ini tak terima.
Kau terlalu baik hati untuk orang lain sampai sampai kau lupakan sesuatu,
Bahwa dirimu sendiri juga butuh bahagia.
Aku mempertahankan
Dan aku selalu memperjuangkan
Dari apa yang kau lepaskan
Meski sering kau abaikan
Aku mengingat mu
Dan kau melupakan ku
Aku menunggu mu
Dan kau melambaikan tangan
Sebagai tanda perpisahan
Selamat tinggal
Pengemban Amanah Dakwah Berbahagialah
Untukmu para pengemban amanah dakwah…
Jangan berhenti sekarang
Jangan bilang gagal sekarang
Peluang itu masih ada
Menanti kembali di perjuangankan
Untuk mu yang terus istiqamah, yang terus berjuang tanpa lelah
Sertakan Allah di setiap langkah
Yang ada dalam fikiran nya hanya
Bagaimana ia menjadikan semuanya lillah
Karena cintanya padamu, ia percayakan amanah langit di bahumu
Karena sayangnya padamu ia pilihkan jalan ini untukmu
Pernakah selintas kalian bertanya
Mengapa ia memilihmu?
Karena Allah mencintaimu
Karena Allah mempercayai mu
Sebab amanah tak akan salah dalam memilih pundaknya
Ukhti akhi ku…
Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian dan keramaian
Allah memberimu kedewasaan ketika masalah berdatangan
Percayalah Allah melatih ketegaran dalam kesakitan
Tetaplah istiqomah
Sertakan Allah disetiap langkah dakwah
ketika dakwahmu tak dihargai, maka pada saat itu engkau sedang belajar tentang sebuah keikhlasan.
Siap memikul amanah adalah hati yang kuat,teguh, dan tulus
Tak berharap apapun tapi sanggup memberi kan segala nya dengan segenap apapun
Ukhti akhi ku…
jangan minta dikurangi bebanmu tapi, Mintalah punggung mu agar kuat membawanya
Ukhti akhi ku..
Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran Sepahit dan sesulit apapun itu
Bersatulah dalam berjamaah walaupun engkau merasa kecewa
karena berjamaah lebih baik daripada sendirian
Bangkitlah ketika jatuh dan jangan menyerah
Sampaikanlah dakwah setiap saat agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki
Ukhti akhi ku…
memang tak mudah untuk bertahan dan berada di Sebuah Jalan bernama dakwah ini
Maka kalian bahagialah Allah masih memberi kalian kesempatan untuk merasakan indahnya Jalan Dakwah ini
Lelah? Itu pasti
Bangkitmu kita nanti
Bulatkan tekad
Kuatkan azzam diri
Semoga Allah senantiasa meridhoi
Menuju Jannah Bersama Ukhti Fillah

Jadilah wanita yang menginspirasi ,bukan wanita yang suka di puji,dan bukan pula wanita yang sibuk memper Cantik diri.
Cantik-nya Seorang Wanita, dilihat dari sujud-nya kepada Allah SWT, bukan karena mampu melawan lawan jenis dengan menebar pesonanya.
Cantiknya wanita bukan dari keelokan bentuk Tubuh-nya, Tapi karena keteguhannya istiqomah dalam menjaga Aurat-nya.
Cantiknya wanita bukan dari wajah glowingnya, tapi karena ia bisa dan mampu menjaga akhlaqnya serta menundukkan pandangan nya pada yang bukan mahramnya.
Untukmu wanita yang di muliakan Allah, untukmu wanita yang lebih mulia kedudukannya dari laki-laki. Jaga lisanmu, jaga perbuatan mu, dan juga kehormatanmu dari seseorang yang belum halal bagimu.
Mari berjamaah untuk hijrah menuju jannah ya ukhti fillah
Sempat Patah
Teruntuk jiwa yang masih saja patah Padahal hari ini kebahagiaan harusnya merekah
Aku sarankan agar kau membuang delusi mu yang payah
Kembalikan dia ke Antah berantah
Bila masih tidak bisa setidaknya, untuk hari ini berbahagia lah
Dan bangkitlah
Sebab, hidup mu tak harus melulu tentang perasaan gundah
Mau sampai kapan kau terus-terusan menjadi sosok manusia yang fikirannya buncah
Mari sekali lagi berbenah
kau masih pantas bahagia
Aku Rela
Maafkan aku telah mengusik ketenanganmu
Maafkan aku yang selalu menuntut mu untuk hidup bersamaku
Aku tau siapa aku dan siapa pula dirimu
jika dia bisa membuatmu bahagia
maka semoga waktu bisa membuatku lupa
lupa…
iyaa lupa, lupa tentang kisah kita berdua
jikalau pun takdirmu adalah dia
maka akupun akan bahagia diatas bahagiamu dan dia.
mungkin kita bisa memaksa mulut untuk berdusta. Tapi tidak dengan hati kita berdua sebab rasa dan cinta.
aku rela kau bersama nya
akupun rela takdirmu berpihak pada dia
dan maaf cinta tak bisa dipaksa
kalaupun terpaksa apakah kamu yakin aku (aku yang kau cinta) akan bahagia?
Akankah itu dirimu?

Terkadang aku berfikir tentang apa yang jauh ke depan, membayangkan dirimu
ya,itu dirimu yang suatu saat akan duduk di sampingku
terlintas dalam bayangan.
Akankah itu dirimu?
mata itu,
Akankah mata itu yang meneduhkan hatiku?
tangan itu,
tangan yang suatu saat akan menggenggam erat tangan ini. yang sudah tak mampu lagi menguatkan dikala aku sudah tak mampu memikul beban.
Bibir itu,
akan kan bibir itu yang nantinya tak akan lelah menasehatiku?
Mencurahkan segala indah nya bait-bait puisi
Aku tak tau pasti itu.
Aku Tak pernah cemburu bahkan aku pun tak pernah memberi harapan lebih
engkau selalu hadir dalam setiap mimpi ku
engkau selalu ada dalam setiap bait doa ku
semoga semua ini tetap terjaga hingga akan tiba waktunya kita akan bersama