Beranda, Cerpen

Emosi Bukanlah Solusi

Malam itu sepasang kekasih kembali bertemu setelah beberapa minggu tak saling bertukar kabar. Bukan dengan alasan yang jelas, hanya saja mereka tidak ingin saling mengerti kondisi satu sama lain.

“Sebulan terakhir kamu kemana aja?”
tanya seorang gadis sambil menatap tajam kekasihnya, Arya.

“Saya sibuk, mey.” jawaban yang sangat singkat dikeluarkan Arya, tanpa menjelaskan alasannya.

“Sibuk atau bosan?” bukannya tidak percaya, Meyli hanya ingin memastikan jawaban kekasihnya.

“Kamu ga percaya sama saya? Saya kira malam ini kita bisa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, bukan untuk menambah masalah.” jawaban yang sedikit menggores hati Meyli, karena bukan itu maksud dari pertanyaannya.

“Bukan gitu, Arya. Aku juga gamau kita berantem lagi, aku tanya kaya gitu cuman mau mastiin aja.”

“Berarti kamu ga percaya sama saya kan sampai harus mastiin ulang? Udahlah, saya capek mau pulang. Kalau masih ada yang mau diomongin besok aja, kamu pulang terus tidur. Saya duluan.” setelah mengatakan kalimat yang lumayan panjang, Arya langsung bergegas pulang. Bukan tidak peduli, ia hanya tidak ingin memperpanjang masalah.

“Iya, maaf ya.” jawab Meyli singkat, sambil meneteskan air mata yang sudah tidak bisa ditahan.

Tidak ada yang bisa disalahkan, hanya saja sepasang kekasih itu tak bisa mengerti satu sama lain. Pertemuan dengan rasa lelah bercampur emosi, hanya menambah masalah tanpa ada solusi.

Beranda, Puisi

Aku Yang Mempertahankan, Kau Yang Melepaskan

Kau telah menitikan air mata karenanya, tetapi masih peduli padanya.

Kau telah dihiraukan berkali kali, tapi kau masih menunggunya dengan setia.

Dan ketika ia telah jatuh cinta kepada orang lain, tapi kamu masih bisa tersenyum dan bisa bisanya berkata ‘aku turut bahagia kalau kau bahagia’.

Padahal hati telah hancur untuk kesekian kali karenanya
Padahal dalam hati ingin menangis sejadi jadinya
Padahal diri ini tak terima.

Kau terlalu baik hati untuk orang lain sampai sampai kau lupakan sesuatu,
Bahwa dirimu sendiri juga butuh bahagia.

Aku mempertahankan
Dan aku selalu memperjuangkan
Dari apa yang kau lepaskan

Meski sering kau abaikan
Aku mengingat mu
Dan kau melupakan ku

Aku menunggu mu
Dan kau melambaikan tangan
Sebagai tanda perpisahan

Selamat tinggal

Tak Berkategori

Antum gak sendiri

Tak banyak dari kita yang punya banyak masalah, bahkan yang pribadi justru lebih membunuh hati nurani.

Kalau persepsiku..

Manusia bukan hanya segumpal darah

Manusia bukan hanya mahluk yang bertopeng ramah

Dipundaknya, tegak, kokoh dan berdiri sebuah amanah

Dikepalanya, ratusan impian dan harapan tumbuh merkah

Ditangannya, kepalan kuat dan kokoh siap menembuh berjuta masalah

Dikakinya, proyeksi tekad yang kuat ribuan mil selalu melangkah

Dan dihatinya, sebuah harapan tumbuh kasih sayang bersimpah ruah

Percayalah tiap-tiap mereka unik

Percayalah tiap-tiap mereka punya arti tersendiri buat menjalani kehidupan dunia ini

Dengan segala kesulitan yang telah ia lewati bersama mimpi-mimpi

Bahkan dengan segala suka duka yang telah ia lalui sendiri

Dan banyak juga batas-batas kesabaran yang telah ia lalui

Buat yang lagi bersedih, yang lagi berduka, yang lagi ngeras sendiri dan gak ada yang peduli, yang lagi bipolar disolder, yang masalahnya besar se besar gaban

Semangat ya Antum kuat kok, dan antum gak sendiri, sini ada ana yang siap mendampingi.

Beranda, Puisi

Menuju Jannah Bersama Ukhti Fillah

Jadilah wanita yang menginspirasi ,bukan wanita yang suka di puji,dan bukan pula wanita yang sibuk memper Cantik diri.

Cantik-nya Seorang Wanita, dilihat dari sujud-nya kepada Allah SWT, bukan karena mampu melawan lawan jenis dengan menebar pesonanya.

Cantiknya wanita bukan dari keelokan bentuk Tubuh-nya, Tapi karena keteguhannya istiqomah dalam menjaga Aurat-nya.

Cantiknya wanita bukan dari wajah glowingnya, tapi karena ia bisa dan mampu menjaga akhlaqnya serta menundukkan pandangan nya pada yang bukan mahramnya.

Untukmu wanita yang di muliakan Allah, untukmu wanita yang lebih mulia kedudukannya dari laki-laki. Jaga lisanmu, jaga perbuatan mu, dan juga kehormatanmu dari seseorang yang belum halal bagimu.

Mari berjamaah untuk hijrah menuju jannah ya ukhti fillah

Beranda, Puisi

Sempat Patah

Teruntuk jiwa yang masih saja patah Padahal hari ini kebahagiaan harusnya merekah
Aku sarankan agar kau membuang delusi mu yang payah
Kembalikan dia ke Antah berantah
Bila masih tidak bisa setidaknya, untuk hari ini berbahagia lah

Dan bangkitlah
Sebab, hidup mu tak harus melulu tentang perasaan gundah
Mau sampai kapan kau terus-terusan menjadi sosok manusia yang fikirannya buncah
Mari sekali lagi berbenah
kau masih pantas bahagia

Beranda, Puisi

IILAA MATAA

Aku pernah bersekutu dengan rindu.
Dan aku katakan jika ada pesan cinta darimu jangan di sampaikan, sebab figurmu akan selalu ada ingatan dan aku tak butuh itu.
saat ini yang aku butuhkan adalah saling bertemu.

Pernah kubertanya,
Apa itu bahagia?
Bagaimana wujudnya?
Dan hari ini aku tahu jawabnya.
Iya, setelah mengenalmu.

Tapi tak jauh dari itu
selepas kepergian mu
aku tak tahu
untuk bertahan berapa lama
perihal rasa dan kerinduan
sampai kapan?
iya sampai kapan aku menahan itu
sampai kapan?
kita aku bertemu
sampai kapan?
kita terus saling merindu
akan kehadiran dan kepulanganmu

Meski dirimu berselimut kabut tebal, aku tetap bisa merasakan hadirmu.
Kau tahu kenapa?
Sebab, hanya derap langkahmu yang mampu mendebarkan jantungku.

Beranda, Puisi

Tetaplah tinggal dalam ingatan

Sepasang mata tertuju pada chatmu
yang sudah lama ku letakkan jemari lentik di ponsel itu
sejenak kembali ku ingat pesanmu
“aku sudah tak mencintamu”
resah, sungguh ku terpukul pilu
tapi tak setitik pun kau tau itu
bahkan ku tak menyangka terhadap ucapan bejat mu

mudahnya kau menoreh luka
pada hati yang sudah tersika
sekian lama aku mendamba
hidup susah kita akan bersama
cukup…
cukup aku tau kau begitu pandai berkata dusta
dulu kau berkata bahwa aku wanita yang selalu kau sebut dalam doa
nyata nya kau lelaki bermulut dua

ku tak berharap sebuah perhatian
cukup satu dari sekian harapan
tetaplah tinggal dalam rumah ingatan
walaupun engkau berhati setan

Beranda, Puisi

Aku Rela

Maafkan aku telah mengusik ketenanganmu
Maafkan aku yang selalu menuntut mu untuk hidup bersamaku
Aku tau siapa aku dan siapa pula dirimu

jika dia bisa membuatmu bahagia
maka semoga waktu bisa membuatku lupa
lupa…
iyaa lupa, lupa tentang kisah kita berdua

jikalau pun takdirmu adalah dia
maka akupun akan bahagia diatas bahagiamu dan dia.
mungkin kita bisa memaksa mulut untuk berdusta. Tapi tidak dengan hati kita berdua sebab rasa dan cinta.

aku rela kau bersama nya
akupun rela takdirmu berpihak pada dia
dan maaf cinta tak bisa dipaksa
kalaupun terpaksa apakah kamu yakin aku (aku yang kau cinta) akan bahagia?

Beranda, Puisi

Akankah itu dirimu?

Terkadang aku berfikir tentang apa yang jauh ke depan, membayangkan dirimu
ya,itu dirimu yang suatu saat akan duduk di sampingku
terlintas dalam bayangan.
Akankah itu dirimu?
mata itu,
Akankah mata itu yang meneduhkan hatiku?
tangan itu,
tangan yang suatu saat akan menggenggam erat tangan ini. yang sudah tak mampu lagi menguatkan dikala aku sudah tak mampu memikul beban.
Bibir itu,
akan kan bibir itu yang nantinya tak akan lelah menasehatiku?
Mencurahkan segala indah nya bait-bait puisi
Aku tak tau pasti itu.
Aku Tak pernah cemburu bahkan aku pun tak pernah memberi harapan lebih
engkau selalu hadir dalam setiap mimpi ku
engkau selalu ada dalam setiap bait doa ku
semoga semua ini tetap terjaga hingga akan tiba waktunya kita akan bersama

Beranda, Biografi

Kita PAMIT

SQUAD RnD

Ending akan segera tiba, sudah siapkah?
Seberapa jauh kaki melangkah, goresan tinta hari demi hari telah tertuang dalam untaian kalimat. Di atas kertas putih yang dulunya bersih, untaian kalimat telah tersusun rapi rangkaian rekam Story, telah tersimpan rapi lika-liku yang kita hadapi telah rapi dalam memori. Bukan akhir namun segera berakhir. Bukan ujung tapi bukan permulaan.

Semua kenangan indah tersusun dalam angan, biarlah rasa yang merasakan, apa yang dirasakan. Generasi membaiklah dari yang baik. proses yang terevaluasi menjadi estafet langkahmu Kelak. Untaian nasehat yang hanya mampu terlontar dari bibir kotor ini bukan terbaik. Namun membaiklah dari segala upaya sebelumnya. Kami percaya akan kalian, kami titip pada kalian.

Gugurnya bukan untuk ditimpali akan tetapi jadikan pupuk agar menjadi tanaman yang bermanfaat, berbuah manis dan tumbuh subur. Jangan hidup tanpa cita-cita dan mati tanpa sejarah, ukirlah sejarah dengan tinta emas kalian. Ukirlah nak, ukirlah 😊

Jangan berhenti berproses nak, pasrah kan dan percayalah Hasil adalah buah dan cerminan dari setiap proses
Tapi tak dapat pula kalian pungkiri, bahwa setiap apa yang terjadi saat iniadalah bentuk iradatnya (kehendak nya)
Hasil yang tak sesuai dengan keinginan bukan berarti tak ada makna nya.

Lihatlah nanti, esok, bahkan lusa dan yang akan datang. Kalian akan faham, mengapa tahap itu harus kalian lewati.

Berproses lah nak teruslah berproses

Berjuang lah nak jangan jadi pecundang, menjadi baiklah nak dari yang baik

Maaf kita harus pamit 🙏