PERKEMBANGAN EKONOMI SYARI’AH DI MADURA
MAKALAH
OLEH;
KELOMPOK XI
Luluk Illiyah
Syarifah
Dina kamila
Timasroh
YAYASAN MA’ARIF SYAICHONA MOH.CHOLIL
STAI SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN
PRODI EKONOMI SYARI’AH
2018
BAB I
PENDAHULUN
A. Latar Belakang
Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi, seluruh umat yang ada di muka bumi. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia, tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat.
Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalisme. Makalah ini akan menjelaskan perkembangan ekonomi syariah di Madura khusus nya.
B.Rumusan Masalah
Apa pengertian ekonomi syari’ah?
Bagaimana potensi perkembangan ekonomi syari’ah di Madura?
C.Tujuan penulisan
Untuk memberi pengetahuan Islam seputar perkembangan ekonomi syari’ah di Madura.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekonomi Syari’ah
Ekonomi syari’ah merupakan ilmu pengetahuan social yang membahas problem-propblem ekonomi rakyat yang di dasari oleh nilai-nilai islam. Ekonomi islam berbeda dengan kapitalisme karena islam menentang ekploitasi dari pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan sangat melarang penimbinan kekayaan.
Dalam hal ini ekonomi syari’ah mempunyai dan menekan pada empat sifat yaitu:
1. kesatuan (unity)
2. keseimbangan (equilibrium)
3. kebebasan (free will)
4. tanggung jawab (responsibility)
Ekonomi islam mempunyai visi untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Esensi proses ekonomi islam adalah pemuas kebutuhan manusia berlandaskan norma-norma islam guna mencapai tujuan agama (falah).
Dalam menjalankan kegiatan ekonominya, islam sangat melarang dan mengharamkan kegiatan riba. Riba menurut etimologi berarti “bertambah/kelebihan”. Islam tidak memena-mena dalam hal tersebut, tetapi ada tendensi yang jelas yaitu terdapat di dalam Al-qur’an pada surat Al Baqarah ayat 257 yang artinya “allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.
B. Potensi Perkembangan Ekonomi Syari’ah Di Madura
Perkembangan ekonomi syaria’ah khususnya bank syaria’ah semakin menjamur, merupakan tanda positif bagi perkembangan dunia perbankan di Indonesia. Dalam kondisi seperti ini merupakan adanya kompetisi pada sector financial di Negara berkembang, yang khususnya di Indonesia. Dalam goresan sebuah cacatan sejarah dari thun 1991-2015 banyak berdiri berbagai lembga keuangn syaria’ah dan kebijkan maupun peraturan yang mendukung.
Bank muamalat Indonesia merupakan bank islam pertama yang berdiri pada tahun 1991. Lalu di susuldengan berdirinya lembaga keuangan syaria’h lain nya seperti asuransi sya’ah pada tahun 1994, reksadan syari’ah oleh PT Danareksa Investment Management pada tahun 1997, di perkenalkan nya pasar uang antar syari’aah dan Jakarta Islamic index pada tahun 2000 dan masih banyak lembaga-lembaga lainnya.
Madura banyak kita temui Madura di anggap sebagai salah satu daerah kawasan kepulauankhusus, dan yang paling terkenal dengan kefanatikannya serta tidak terpetak-petak dalam pemerintahan di empat kabupaten yang terdapat di Madura. Bahkan banyak sekali asumsi bahwasanya Madura sebagi provinsi tersendiri yang terpisah dengan jawa timur. Padahal, kalau di teropong dari kacama mata letak goegrafis pulau Madura hanya berjarak tia kilometer dari ujung Surabaya, dan dimana kota Surabaya adalah mrupakan ibu kota provinsi jawa timur. Sementar, Madura memiliki panjang dari barat ke timur 160 kilometer dan lebar dari utara ke selatan 40 kilometer. Dengan luas 54.887 kilometer persegi.
Berdasarkan catatannya jumlah penduduk di empat kabupaten yang ada di Madura ini yaitu, bangkalan, sampan, pamekasan dan sumenep tercatat hingga juli 2016 sebanyak 3.995.143 jiwa dan dari jumlah itu sebanyak 60,56 persen atau 2.419.359. dari hal ini biasa untuk melihat potensi peluang dan tantangan ekonomi syari’ah di Madura dengan menggunakan analisis SWOT di antaranya sebagai berikut :
Identifikasi kekuatan
1. Citra perbankan syariah yang cukup baik
Pedoman perbankan syariah yang bermuara pada al-qur’an dan hadist memengaruhi pandangan masyarakat terhadap perbankan syariah. Selain itu banyak produk yang dikeluarkan oleh perbankan syariah misalnya Tabungan BSM yang memiliki fasilitas dan manfaat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanan nasabahnya.
2. Prinsip bagi hasil yang berdasarkan kepercayaan
Prinsip utama dari sebuah perbankan syariah adalah kepercayaan (trust) yang tinggi antara mudharib dan shahibul mal. Dalam perbankan syariah tingkat bagi hasil ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, sehingga pihak perbankan maupun nasabah mempunyai kekuatan yang sama dalam keputusan perencanaan. Misalkan pada BSM bagi hasil sebesar 66:34, artinya 66 persen untuk bank dan 34 persen untuk nasabah.
3. Kenyamanan dan kemudahan bertransaksi dan pelayanan produk
Fasilitas e-banking yang terdapat pada sejumlah perbankan syariah memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi dimanapun dan kapanpun nasabah berada. Melalui fasilitas ini nasabah dengan mudah bisa melakukan transaksi diantaranya adalah pembayaran tagihan listrik dan telepon, isi ulang listrik dan pulsa, pindah buku dan kliring, info mutasi dan saldo, pembayaran premi asuransi, dan pembayaran infaq zakat.
Identifikasi kelemahan
1. Masih kurangnya infrastruktur
Jumlah kantor layanan setara dengan kantor cabang, cabang pembantu maupun kantor kas di setiap wilayah tingkat kota atau kabupaten masih sedikit. Misalkan daerah untuk wilayah bogor timur yang melayani hanya ada satu kantor cabang pembantu dan fasilitas ATM (anjungan tunai mandiri) yang sangat terbatas bahkan masih sering offline karena adanya gangguan jaringan. Sehingga para nasabah perbankan syariah sangat sulit mencari ATM.
2. Image perbankan syariah yang hanya diperuntukkan untuk orang Islam
Prinsip yang melekat pada perbankan syariah membuat image perusahaan dimata masyarakat sebagai perbankan yang khusus untuk umat beragama Islam. Hal tersebut mengakibatkan sekelompok orang non muslim masih ragu untuk menyimpan dana di perbankan syariah, karena mereka mempunyai anggapan bahwa produk perbankan syariah ini khusus untuk umat beragama Islam. Kurangnya kegiatan promosi yang dilakukan perbankan syariah dalam memasarkan produk kepada pihak-pihak diluar yang beragama Islam seperti promosi ke sekolah-sekolah yang siswanya hanya non-muslim.
3. Kerjasama dengan channelling belum menggunakan layanan perbankan syariah secara umum
Kerjasama dengan cahannelling, misalnya antara perbankan syariah dengan kantor pos untuk memberikan layanan kepada nasabah yang tidak memiliki rekening, tapi bisa mengambil uang yang mereka kirim melalui perbankan syariah. Kerjasama tersebut masih terkendala dengan adanya faktor keterbatasan dana yang dimiliki kantor pos. Selain itu, nasabah yang tidak mempunyai rekening sebaliknya belum bisa mengirimkan uang melalui kantor pos kepada orang yang mereka tuju yang memiliki rekening bank syariah. Hal tersebut disebabkan karena layanan masih bersifat transaksional.
4. Minimnya SDM yang kompeten dalam bidang perbankan syariah
Pertumbuhan industri perbankan syariah secara global terkendala oleh kelangkaan tenaga profesional. Kurangnya tenaga profesional di industri perbankan syariah tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan pertumbuhan perbankan syariah secara global tetapi sampai pada lingkup kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah.
Identifikasi Peluang
1. Masyarakat mulai tertarik pada sistem perbankan syariah dan tingginya populasi muslim di Madura
Selain jumlah penduduk seperti dijelaskan diatas, Madura tidak saja terkenal karena fanatiknya kepada kiyai dan pondok pesantren, selain dari itu Madura merupakan salah satu tempat berpijak sejarah keberadaan islam di Nusantara.
2. Perluasan jaringan perbankan syariah
Perluasan jaringan pada perbankan syariah pada wikayah-wilayah yang dinilai potensial dan membutuhkan jasa perbankan syariah merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan perbankan syariah agar semakin mempermudah proses promosi untuk terus memperbanyak nasabah dan mempertahankan nasabah yang loyal.
3. Kaderisasi SDI ( sumber daya Insani ) mulai bermunculan dari lembaga-lembaga perguruan tinggi seperti prodi ekonomi syariah di Universitas Trunojoyo Madura, STAIS Pamekasan, Instika Sumenep dan lain-lain, diharapkan dapat mengantisipasi kekurangan SDM di lembaga keuangan shyariah.
Dalam hal ini ada sebuah berita yang sedikit meniggung masalah ekonomi syari’ah di Madura khusus nya
REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN — Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku, Madura menjadi salah satu daerah yang akan menjadi prioritasnya jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur. Sebab, dibanding daerah lain, Madura yang terdiri dari empat kabupaten masih menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kurang dari lima persen.
“Karena itulah, pemerintah kedepan harus mengutamakan pembangunan di Madura. Kalau Madura bisa maju, maka akan sekaligus meringankan daerah lainnya,” kata Gus Ipul dalam siaran persnya, Rabu (18/4).
Untuk mengawal inspirasi pembangunan ini, Gus Ipul dan Cawagub pasangannya, Puti Guntur Soekarno, telah menyiapkan program Satria Madura. Satria Madura adalah pemberian alokasi dana senilai satu triliun rupiah tiap tahunnya untuk Madura.
“Anggaran sebanyak itu hanya sebagai alokasi tambahan anggaran di luar alokasi anggaran program lain yang juga telah kami siapkan,” ujar Gus Ipul.
Untuk menopang hal ini, Gus Ipul juga menyiapkan program lain di bidang pendidikan. Gus Ipul meyakini, apabila pembangunan Madura bisa dimaksimalkan, Madura bisa menjadi pusat ekonomi syariah di Jawa Timur.
“Kalau pembangunan tumbuh, ekonominya tumbuh, bukan tak mungkin Madura menjadi Pusat Ekonomi Syariah di Jawa Timur nantinya,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengungkapkan, pembangunan ekonomi dilakukan di antaranya dengan menyiapkan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Serta dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. “Selama ini Madura sudah ditopang oleh pendidikan keilmuan agama yang kuat. Tugas pemerintahan nantinya adalah membangun ekonomi di sana,” ujar Gus Ipul
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Memperhatikan peluang kelemahan dan kekuatan perkembangan ekonomi syariah di Madura. Maka hal yang diangap paling penting membutuhkkan jawaban antara lain
1. Mempersiapkan SDM yang handal yaitu tenaga-tenaga profesional baik sebagai tenaga akademik, tenaga manajerial maupun tenaga teller; tenaga administrasi maupun tenaga pengawas (sebagai pegawai atau konsultan) untuk mengelola lembaga lembaga keuangan dan perbankan syariah di Madura. terlebih sampai saat ini masih beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Madura yang membuka program Studi ekonomi syariah.
2. Memperkenal kurikulum ekonomi syariah mulai sejak dini minimal ada standirasi kurikulum SD-SM. Karena kurikulum pendidikan selama ini belum menyentuh nilai-nilai ekonomi syariah.
3. Pondok Pesantren di Madura diharapkan menjadi penggerak ekonomi syariah, karena Madura juga terkenal karena pesantrennya. Dengan memperkenalkan akad-akad pada ekonomi syariah yang dapat diaplikasikan dalam dunia perbankan syariah. Oleh karena itu muatan materi pendidikan dipesantren terkait dengan hal tersebut, harus dipertajam kembali.
B. Saran
Syukur Alhamdulillah Dengan kita telah mempelajari dalam perkembangan ekonomi syari’ah di madura, semoga kita dapat mengamalkan apa yang kita pelajari, kami sadar dalam pembuatan makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kami masih butuh keritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah selanjutnya, akhirnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
DAFTAR PUSTAKA
http://www.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/18/04/18/p7d933354-gus-ipul-ingin-jadikan-madura-pusat-ekonomi-syariah
http://rohman-utm.blogspot.co.id/2017/01/menyoal-potensi-perkembangan-ekonomi.html?m=1