Assalamualaikum wr.wb
Mas, kamu baik? Sudah hampir satu minggu kau tak menghubungiku. Boleh Kah aku berkata mas? Aku ingin berkata sungguh aku benar-benar rindu kamu mas. Aku selalu ingat janji suci yang kau ucapkan padaku bahwa kau tak akan pergi meninggalkanku.
Sebelum kau tiada kabar kita sempat bersua berdua, saat itu aku menangis di sampingmu lalu tak lama dari itu kau memelukku. Masih tetap ku rasakan pelukan kasih sayang itu mas, aku masih ingin ada di sampingmu.
Mas, malam ini, detik ini, aku tulis surat ini bersamaan dengan turun nya hujan. Mengapa? Karena aku suka hujan. Hujan membawa semua amarahku pada suasana kedamaian dan kesejukan pada jiwaku yang kian memendam sebuah perasaan yang bisa aku katakan.
Selamat malam mas, kamu lagi apa mas malam ini? Oh ia mas pesan ku, jangan selalu tidur larut malam ya. Tetap jaga kesehatan agar aku bisa melihatmu walaupun dari kejauhan.
Kemarin aku tak sengaja melihatmu mas, akan tetapi kita sama-sama menghindar. Dulu kita saling mempertahkan akan tetapi kenapa sekarang kau malah memilih untuk melupakan? Kamu sudah bosan dengan ku ya mas atau aku sudah tidak cantik lagi menurutmu. Hehe katakan mas cantik itu butuh biaya yang mahal
Gini mas, aku ingin bercerita banyak hal yang terjadi saat kau tak menghubungiku lagi.
Salah satunya aku seperti kisah qais dan laila. Aku rasa sudah pantas di juluki ‘Majnun’ oleh orang-orang di luar sana yang sedikit banyak sudah melihat kebenaran menurutku akan tetapi kebodohan menurut orang yang melihatnya.
Pernah aku sampaikan salam rindu pada sang malam yang penuh dengan pekatnya awan. Bahkan saat itu aku merasa bintang yang bersinar paling teranglah yang menjadi saksi aku menyampaikan kerinduanku lewat sang malam.
Saat siang tiba pun tetap dengan ke anehan yang sama. Aku selalu melontarkan syair-syair yang menurutku penuh makna untuk mu. Ku kirimkan lewat debu yang berterbangan di sekelilingku. Aku yakin itu akan tersampaikan padamu.
Bodohnya aku mas, aku sudah buta dan terlena oleh cinta yang fana.
Tak hanya itu, soreku hanya di habiskan tuk melihat keindahan senja, bahakan ku bayangkan saat itu aku bisa menikmati senjaku bersama mu mas. Tapi sekarang aku tau arti senja yang sesungguh nya, dari senja aku faham dengan arti ‘merelakan’ keindahan yang tampak sekilas pandangan saja.
Memandangan wajahmu cerah,
membuatku tersenyum senang
indah dunia.
Tentu saja kita pernah
mengalami perbedaan
kita lalui
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu
ku tak akan berubah
ku tak ingin kau pergi selamanya
Ku kan setia menjaga mu
Bersama dirimu dirimu
sampai nanti akan slalu bersama dirimu.
Begitu kira nya lirik lagu yang kau sampaikan padaku saat itu, dan sekarang aku merindu.
Kembali pada setiap malamku yang telah aku habiskan untuk membalas pesanmu. Sungguh aku selalu menunggu malam, karena setiap malamku penuh dengan perasaan berbunga-bunga. Walaupun hanya sebatas kata “Sayang I***” sungguh hal itu membuat aku semakin merindu. Kembali ku buka pesan singkat mu via WhatsApp, ku baca setiap kalimat.
Secercah harapan untuk kembali merangkai cerita bersamamu aku harap kamupun begitu.
Kiranya hanya itu surat dari ku, jangan lupa bahagia ya walau kita sekarang sedang diuji untuk berjauhan. Sabar ya mas aku disini masih dengan rasa yang sama dan harapan yang selalu ingin untuk merangkai kembali cerita bersama.
