Beranda, Puisi

Menuju Jannah Bersama Ukhti Fillah

Jadilah wanita yang menginspirasi ,bukan wanita yang suka di puji,dan bukan pula wanita yang sibuk memper Cantik diri.

Cantik-nya Seorang Wanita, dilihat dari sujud-nya kepada Allah SWT, bukan karena mampu melawan lawan jenis dengan menebar pesonanya.

Cantiknya wanita bukan dari keelokan bentuk Tubuh-nya, Tapi karena keteguhannya istiqomah dalam menjaga Aurat-nya.

Cantiknya wanita bukan dari wajah glowingnya, tapi karena ia bisa dan mampu menjaga akhlaqnya serta menundukkan pandangan nya pada yang bukan mahramnya.

Untukmu wanita yang di muliakan Allah, untukmu wanita yang lebih mulia kedudukannya dari laki-laki. Jaga lisanmu, jaga perbuatan mu, dan juga kehormatanmu dari seseorang yang belum halal bagimu.

Mari berjamaah untuk hijrah menuju jannah ya ukhti fillah

Beranda, Puisi

IILAA MATAA

Aku pernah bersekutu dengan rindu.
Dan aku katakan jika ada pesan cinta darimu jangan di sampaikan, sebab figurmu akan selalu ada ingatan dan aku tak butuh itu.
saat ini yang aku butuhkan adalah saling bertemu.

Pernah kubertanya,
Apa itu bahagia?
Bagaimana wujudnya?
Dan hari ini aku tahu jawabnya.
Iya, setelah mengenalmu.

Tapi tak jauh dari itu
selepas kepergian mu
aku tak tahu
untuk bertahan berapa lama
perihal rasa dan kerinduan
sampai kapan?
iya sampai kapan aku menahan itu
sampai kapan?
kita aku bertemu
sampai kapan?
kita terus saling merindu
akan kehadiran dan kepulanganmu

Meski dirimu berselimut kabut tebal, aku tetap bisa merasakan hadirmu.
Kau tahu kenapa?
Sebab, hanya derap langkahmu yang mampu mendebarkan jantungku.

Beranda, Puisi

Aku Rela

Maafkan aku telah mengusik ketenanganmu
Maafkan aku yang selalu menuntut mu untuk hidup bersamaku
Aku tau siapa aku dan siapa pula dirimu

jika dia bisa membuatmu bahagia
maka semoga waktu bisa membuatku lupa
lupa…
iyaa lupa, lupa tentang kisah kita berdua

jikalau pun takdirmu adalah dia
maka akupun akan bahagia diatas bahagiamu dan dia.
mungkin kita bisa memaksa mulut untuk berdusta. Tapi tidak dengan hati kita berdua sebab rasa dan cinta.

aku rela kau bersama nya
akupun rela takdirmu berpihak pada dia
dan maaf cinta tak bisa dipaksa
kalaupun terpaksa apakah kamu yakin aku (aku yang kau cinta) akan bahagia?

Beranda, Puisi

Akankah itu dirimu?

Terkadang aku berfikir tentang apa yang jauh ke depan, membayangkan dirimu
ya,itu dirimu yang suatu saat akan duduk di sampingku
terlintas dalam bayangan.
Akankah itu dirimu?
mata itu,
Akankah mata itu yang meneduhkan hatiku?
tangan itu,
tangan yang suatu saat akan menggenggam erat tangan ini. yang sudah tak mampu lagi menguatkan dikala aku sudah tak mampu memikul beban.
Bibir itu,
akan kan bibir itu yang nantinya tak akan lelah menasehatiku?
Mencurahkan segala indah nya bait-bait puisi
Aku tak tau pasti itu.
Aku Tak pernah cemburu bahkan aku pun tak pernah memberi harapan lebih
engkau selalu hadir dalam setiap mimpi ku
engkau selalu ada dalam setiap bait doa ku
semoga semua ini tetap terjaga hingga akan tiba waktunya kita akan bersama

Beranda, Puisi

Ini Tentang Hati

Layaknya sebuah bangunan. Sejak penghuninya pergi, bangunan itu telah ditutup. Pintunya sudah digembok rapat. Dan kunci gemboknya telah dibuang jauh. Bisa saja sampai ke dasar laut, hingga tidak ada seorangpun yang dapat menemukannya kembali. Hingga tak seorangpun bisa memasuki bangunan itu lagi.

Beberapa kali ada seseorang yang mencoba mengetuknya, namun semua sia-sia. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda pintu bangunan itu akan dibuka. Bahkan sempat beberapa kali ada yang mencoba mencongkelnya, namun hal itu tetap sia-sia belaka. Semuanya sama. Tidak ada satupun yang berhasil mencongkelnya. Gembok itu sudah terkunci mati.

Sebenarnya jangan khawatir, ada satu cara untuk memasuki rumah itu. Ada satu kunci cadangan. Dimana kunci yang bisa menembus gembok kuat itu. Kunci yang bisa menembus pintu bangunan itu setelah bertahun-tahun lamanya tidak pernah sekalipun terbuka. Bahkan tak seorangpun yang bisa menerobosnya, dan masuk ke dalam nya.Dan kunci itu ada, ada di dalam nya. Sebenarnya sejak ditinggal oleh penghuni lamanya, rumah itu tidak benar-benar kosong. Rumah itu tidak benar-benar hampa. Ada yang tetap tinggal disana. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak melemah. Dia yang selalu menjaga agar gembok itu tidak mudah dipatahkan. Dan bahkan, hanya melalui Dia lah gembok itu dapat terbuka kembali. Karena tak semuanya pergi, seperti kunci.

Gembok itu akan tetap kuat, gembok itu akan tetap terkunci rapat. Hingga ada yang berhasil merayu Dia.

Dia, Sang Penghuni bangunan, untuk mengizinkannya memasuki bangunan itu. Sebagai penghuni baru dan akan menetap selamanya. Bahkan sampai saat bangunan itu tak lagi bisa ditempati dan pengguni keduanya mati yang terbingkai dalam cinta abadi.

Beranda, Puisi

Peluk aku tuhan

Kuat kan aku tuhan
kuat kan aku…
aku ingin berbicara sedikit dengan mu
aku ingin sekali memeluk mu
aku ingin bercerita segala keluh kesahku
aku gak sanggup tuhan
aku gak sanggup…

Disaat aku seperti ini
tak satupun seseorang yang peduli
tak satupun seseorang yang mengerti
ingin semua ku akhiri

segala rasa sudah ku beri
tapi dia sedikitpun tak pernah peduli
dulu kita bersama saling berbagi rasa
entah semenjak itu semua berbeda
aku tak pernah tau apa sebabnya

Dulu aku sering di manja
hingga aku di buat nyaman olehnya
tapi sekarang aku di hina
di caci maki dengan semua kata

dekap aku tuhan
dekap…
peluk aku tuhan
peluk…
aku rindu semua hal
aku rindu tertawa riang bersamanya
bukan tangis isak yang ku terima
aku rindu pundak yang selalu ada
aku rindu tuhan
aku benar-benar rindu

Beranda, Puisi

Say to No “Bertekuk lutut di hadapan duka”

Aku tau kadang dalam hidup
tidak semua yang kita mau
tidak semua yang kita harapkan
bisa terwujudkan begitu saja

peluh itu pasti ada, kesah itu pasti nyata adanya
bahkan aku yakin dan itu aku alami sendiri
tak jarang pula kita seketika
meneteskan sebuah air mata duka

lantas,

apakah hanya hal sekecil itu
lalu kita bertekuk lutut
di hadapan duka?
Bahkan sekalipun harapan itu tak menjadi nyata

Bukan seperti itu,

sesuatu itu tidak ada yang sia-sia
cobalah kalian sejenak bermuhasabah
satu yang perlu kalian ingat.
Hadapi dan jalani dan jangan lupa intropeksi diri
ikuti arusnya, nikmati prosesnya
Allah tau kapan kau akan memperoleh kebahagiaan dari Nya

Hadapi segala ujian
Dalam kesusahan yakinlah ada kemudahan
Peluk kembali setiap serpihan asa yang barangkali masih menyisakan luka.

Beranda, Puisi

Apa kabar kamu?

Hai kamu…

Apa kabar? Aku harap kamu sehat
dan baik-baik saja
aku mau bilang aku pamit ya
bukan aku tak mau berjuang
bukan aku tak mau bertahan
tapi kamu yang memintaku untuk meninggalkan

maaf bukan karena aku tak lagi mencintaimu
tapi mencintai sepihak bukanlah cinta
yang sewajarnya
ingatkah dulu kita ingin berjalan searah
tapi nyatanya sekarang menjadi sejarah

aku tahu…
aku bukan lah sosok wanita yang kamu prioritaskan
tapi setidaknya jangan lah pergi tanpa
suatu alasan
kamu hebatnya dulu berjuang habis-habisan
tapi saat ini kau menghilang tanpa kabar
aku tidak marah kok
aku hanya kecewa

Beranda, Puisi

Malam ku untuk merindu

Dalam dekapan hening malam
yang bermandikan cahaya rembulan
dan seiring belaian angin lembut sepoi-sepoi yang menyelinap bulu roma
menggugah ingatakanku kepadanya
pada sosok wajah yang telah lama
menjadi teman dalam dunia imajinasiku
rupanya aku benar-benar rindu
kerinduan pun sungguh melanda
hingga hati ini tak tertata
selalu ada rindu dalam setiap cinta
bahkan selalu ada cinta dalam setiap rindu

lagi lagi aku menjadi korban rindu
akan kan rinduku menjadi candu
haruskah aku membisu
sementara rindu semakin menggebu
lantas apa yang harus aku lakukan?
apakah aku harus berlalu memburu waktu
yang menyita angan hingga tergores serpihan rindu
sungguh aku tak mampu
bila cintamu berpaling dari hatiku
aku ingin selalu bersama cinta kasihmu
memupuk rindu di setiap ruang kalbu

Beranda, Puisi

Benarkah Sakitku sebabmu?

Kamu egois…
kamu tidak pernah memikirkan perasaanku
kamu acuh terhadapku
andai kau tau
sakitku adalah sebabmu
aku memikirkan hatimu
aku memikirkan perasan mu
sampai aku lupa dengan diriku
aku lupa dengan keadaan ku
aku lupa segalanya tentang hidupku
aku tau siapa dirimu bahkan aku pun juga tau siapa diriku

Aku terbelenggu pada setiap putaran sang waktu
kau biarkan aku terhimpit pada waktu yang tak pernah memihak padaku
kau biarkan aku rindu
akan terus hadirmu
tapi kau tak pernah peduli hal itu
lalu, bagaimana janji mu yang pernah kau ucap dulu itu
di atas ketinggian itu kau berjanji tak akan meninggal kan ku
aku sudah percaya akan hal itu
tapi bodohnya aku
aku semudah nya mempercayaimu
hingga saat ini sakitku ini adalah sebabmu